Tiongkok Berhasil Pertahankan Stabilitas Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial
- 06 Mar 2025 00:54 WIB
- Medan
KBRN, Beijing: Tiongkok berhasil mempertahankan stabilitas ekonomi dan sosial sepanjang tahun lalu, ditunjukkan melalui pencapaian signifikan di berbagai sektor. Hal tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang dalam pidatonya pada pembukaan Sesi Ketiga Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14 di Great Hall of the People, Beijing, Tiongkok, Rabu (5/3/2025).
Li Qiang memaparkan perekonomian Tiongkok terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan positif, dengan produk domestik bruto (PDB) mencapai 134,9 triliun yuan atau naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"China (Tiongkok) tetap menjadi salah satu ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat di dunia, menyumbang sekitar 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi global," katanya.
Selain itu, sektor ketenagakerjaan juga menunjukkan ketangguhan. Sebanyak 12,56 juta lapangan kerja baru di perkotaan berhasil diciptakan, dengan tingkat pengangguran yang disurvei rata-rata 5,1 persen. Di sisi lain, indeks harga konsumen (CPI) hanya meningkat 0,2 persen, menunjukkan stabilitas harga yang terjaga.
Di sektor perdagangan luar negeri, Tiongkok mencatatkan rekor tertinggi dengan pangsa pasar ekspor global yang terus meningkat. Sementara itu, cadangan devisa Tiongkok berhasil melampaui 3,2 triliun dolar AS, menguatkan keseimbangan dalam neraca pembayaran.
Tak hanya ekonomi, kesejahteraan masyarakat pun terus mendapat perhatian serius. Pendapatan disposabel per kapita naik 5,1 persen secara riil, sementara upaya pengentasan kemiskinan terus dikonsolidasikan.
"Pencapaian pengentasan kemiskinan terus dikonsolidasikan dan diperluas, serta dukungan yang lebih besar diberikan untuk pendidikan wajib, asuransi pensiun dasar, asuransi kesehatan dasar, dan bantuan sosial. Langkah-langkah efektif diambil untuk meredakan risiko di bidang-bidang utama, membantu memastikan stabilitas sosial secara keseluruhan," ucapnya.
Dalam kongres yang juga dihadiri Presiden Xi Jinping ini, Li Qiang juga menekankan Tiongkok telah mencatatkan kemajuan yang kuat dan solid. Terutama di berbagai bidang strategis, mulai dari industri, inovasi, hingga lingkungan hidup dan reformasi.
Di sektor industri, produksi pangan mencapai rekor baru sebesar 700 juta ton metrik, dengan hasil panen per hektar meningkat 75,75 kilogram. Di sektor manufaktur, nilai tambah manufaktur berteknologi tinggi meningkat 8,9 persen, sementara manufaktur peralatan tumbuh 7,7 persen. Produksi kendaraan energi baru bahkan melampaui 13 juta unit.
Di bidang inovasi, Tiongkok terus mencatatkan terobosan penting, termasuk di sektor sirkuit terpadu, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi kuantum.
"Misi Chang’e-6 sukses menyelesaikan pengambilan sampel pertama dari sisi jauh bulan dalam sejarah manusia, sementara kapal pengeboran laut Mengxiang telah diserahkan dan dioperasikan. Nilai transaksi kontrak teknologi pun tumbuh 11,2 persen," ujarnya.
Pada aspek perlindungan lingkungan, Tiongkok mencatatkan penurunan konsentrasi partikel PM2.5 sebesar 2,7 persen di kota-kota tingkat prefektur ke atas, dengan 87,2 persen hari berkualitas udara baik atau sangat baik. Kualitas air permukaan juga meningkat, dengan 90,4 persen mencapai standar kualitas baik. Konsumsi energi per unit PDB berhasil ditekan lebih dari 3 persen, seiring penambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 370 juta kilowatt.
Di bidang reformasi dan keterbukaan, Tiongkok menjalankan rencana reformasi lembaga pemerintah yang komprehensif serta mengadopsi kebijakan untuk memperkuat pasar nasional terpadu.
"Secara bertahap, usia pensiun resmi juga mulai dinaikkan. Pembatasan akses pasar bagi investasi asing di sektor manufaktur telah sepenuhnya dicabut, sementara kerja sama perdagangan dan investasi melalui Inisiatif Sabuk dan Jalan terus diperluas," ujar Li.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....