China Siap Rumuskan Kebijakan Strategis Lewat Two Sessions

  • 03 Mar 2025 00:57 WIB
  •  Medan

KBRN, Beijing: China kembali bersiap menggelar ajang politik tahunan terpenting, yaitu Two Sessions atau Lianghui, yang dijadwalkan berlangsung mulai Selasa (4/3/2025) di Gedung Great Hall of The People, Beijing. Two Sessions merupakan forum utama bagi para pemimpin China, wakil rakyat, serta tokoh masyarakat untuk merumuskan arah kebijakan negara di tahun mendatang.

Two Sessions mengacu pada dua sidang besar yang diselenggarakan secara bersamaan, yaitu Sidang Kongres Rakyat Nasional (National People’s Congress/NPC) dan Sidang Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China (Chinese People’s Political Consultative Conference/CPPCC). Informasi tersebut disampaikan dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri China yang diterima RRI, Senin (3/3/2025).

NPC merupakan lembaga legislatif tertinggi di China yang memiliki kewenangan merumuskan undang-undang, mengawasi kinerja pemerintah, serta memutuskan kebijakan strategis nasional. Anggota NPC terdiri dari para deputi yang dipilih melalui pemilu dan mewakili berbagai kalangan masyarakat, mulai dari akademisi, petani, hingga perwakilan etnis minoritas.

Sementara itu, CPPCC berperan sebagai badan penasihat politik tertinggi yang mewadahi perwakilan dari berbagai partai politik, organisasi sosial, tokoh agama, serta pakar di berbagai bidang. Melalui CPPCC, para anggota menyampaikan masukan, usulan, hingga kritik yang menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam pengambilan keputusan.

Pada Two Sessions tahun ini, berbagai isu strategis diperkirakan menjadi sorotan, mulai dari pertumbuhan ekonomi pascapandemi, inovasi teknologi, pelestarian lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga kebijakan luar negeri China di tengah dinamika global.

Sebagai ajang politik yang melibatkan lebih dari 5.000 peserta, Two Sessions kerap disebut sebagai barometer kebijakan dan arah masa depan China. Setiap keputusan yang dihasilkan tidak hanya berdampak bagi masyarakat domestik, tetapi juga turut memengaruhi peta ekonomi dan geopolitik internasional.

Forum ini juga menjadi perhatian besar media internasional, karena dianggap sebagai jendela utama untuk memahami bagaimana sistem pemerintahan dan mekanisme demokrasi di China dijalankan. Melalui sesi konferensi pers, media asing berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada para pejabat tinggi, termasuk Perdana Menteri yang akan menyampaikan laporan kerja pemerintah.

Dengan latar belakang sejarah panjang serta peran strategisnya di panggung global, hasil Two Sessions 2025 diharapkan mampu memberikan gambaran jelas tentang prioritas pembangunan China, sekaligus memperkuat posisi negara tersebut sebagai kekuatan ekonomi dan diplomatik dunia.

Two Sessions 2025 dijadwalkan dibuka pada 4 Maret 2025 untuk sesi CPPCC, disusul pembukaan NPC pada 5 Maret 2025 di Great Hall of the People, Beijing, dan akan berlangsung selama sekitar 10 hari.

RRI mendapat kesempatan untuk meliput langsung jalannya Two Sessions 2025 di Beijing.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....