Sejarah Panjang dan Masa Depan Cerah Hubungan Indonesia-Tiongkok

  • 26 Feb 2025 10:46 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah panjang yang terus berkembang hingga kini. Dalam kuliah umumnya, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Zhang Min, menyampaikan bahwa persahabatan kedua negara telah terjalin lebih dari 2.000 tahun dan akan terus bertahan.

“Persahabatan tradisional keduanya memiliki sejarah panjang dan akan bertahan selamanya. 2.000 tahun yang lalu, pada Dinasti Han, utusan Jawa telah dikirim ke Tiongkok. 1.000 tahun yang lalu, biksu I-Tsing dari Dinasti Tang menyeberangi lautan dan datang ke Sumatera untuk mempelajari agama Buddha. 600 tahun yang lalu, Cheng Ho, seorang navigator Muslim dari Dinasti Ming, berlayar ke Samudera Barat sebanyak tujuh kali dan mengunjungi Indonesia berkali-kali,” ungkapnya dalam kuliah umum bertajuk “Bersama Membangun Komunitas Senasib Sepenanggungan Tiongkok-Indonesia” yang digelar di Universitas Sumatera Utara pada Selasa (22/2/2025).

Menurutnya, sejarah panjang ini telah menulis kisah tentang pertukaran persahabatan yang erat antara kedua bangsa. Tidak hanya dalam aspek sejarah dan budaya, hubungan Indonesia dan Tiongkok juga terus berkembang dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, perdagangan, dan diplomasi.

Kedua negara telah menjalin hubungan diplomatik secara resmi sejak tahun 1950, hanya setahun setelah berdirinya Republik Rakyat Tiongkok.

“Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok pada tahun 1950, yang juga merupakan tahun kedua setelah berdirinya Tiongkok Baru,” kata Zhang Min.

Dalam berbagai tantangan global, Indonesia dan Tiongkok juga saling memberikan dukungan dan bantuan. Ketika pandemi COVID-19 melanda dunia, kedua negara menunjukkan solidaritas yang kuat dalam menghadapi krisis tersebut.

“Kedua negara selalu saling memberikan simpati, dukungan, dan bantuan dalam memperjuangkan kemerdekaan dan pembangunan nasional. Bahkan dalam memerangi pandemi COVID-19, Indonesia dan Tiongkok juga saling mendukung dan membantu,” ujarnya.

Ke depan, hubungan kedua negara diprediksi akan semakin erat, terutama dalam kerja sama strategis di berbagai sektor. Dengan bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, peluang kolaborasi dengan Tiongkok semakin terbuka lebar, termasuk dalam urusan internasional dan regional.

“Tiongkok akan melaksanakan kolaborasi strategis yang lebih erat dengan Indonesia dalam urusan internasional dan regional, bekerja sama untuk mempromosikan Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai dan Semangat Bandung,” pungkasnya.

Sejarah panjang yang telah terjalin menjadi modal penting bagi kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama di masa depan, tidak hanya demi kepentingan bilateral, tetapi juga untuk mendorong stabilitas dan kemakmuran di kawasan serta dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....