Laporan RBI: Pertumbuhan Ekonomi India Tetap Kuat di 2025-26

  • 25 Feb 2025 17:16 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Perekonomian India diprediksi terus mengalami pemulihan pada paruh kedua 2024-25 dan berlanjut pada 2025-26. Laporan buletin Reserve Bank of India (RBI) menyebut India akan tetap menjadi ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

IMF dan Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan masing-masing sebesar 6,5 persen dan 6,7 persen. Laporan RBI menyoroti kebijakan fiskal dalam Anggaran Union 2025-26 yang tetap seimbang antara konsolidasi fiskal dan pertumbuhan ekonomi.

Fokus belanja modal serta langkah meningkatkan pendapatan rumah tangga menjadi strategi utama pemerintah. Rasio belanja modal terhadap PDB diperkirakan meningkat menjadi 4,3 persen pada 2025-26 dari 4,1 persen sebelumnya.

Inflasi ritel turun ke level terendah dalam lima bulan, yakni 4,3 persen pada Januari, terutama karena turunnya harga sayuran. Indikator ekonomi lainnya menunjukkan pemulihan di paruh kedua 2024-25 setelah perlambatan sebelumnya.

Aktivitas industri meningkat, tercermin dari indeks PMI lebih tinggi pada Januari, serta peningkatan penjualan traktor dan konsumsi bahan bakar. Permintaan di pedesaan tetap kuat berkat peningkatan pendapatan petani, yang tercermin dari pertumbuhan penjualan FMCG sebesar 9,9 persen di kuartal ketiga 2024-25.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan 5,7 persen pada kuartal sebelumnya. Permintaan di perkotaan juga naik dengan pertumbuhan 5 persen di kuartal ketiga, hampir dua kali lipat dari 2,6 persen kuartal sebelumnya.

Survei RBI mengonfirmasi percepatan pertumbuhan penjualan perusahaan non-pemerintah dan non-keuangan pada kuartal ketiga. Margin laba operasional meningkat sejalan dengan pertumbuhan penjualan.

Niat investasi sektor swasta tetap stabil dengan total biaya proyek yang disetujui bank dan lembaga keuangan hampir mencapai ₹1 lakh crore pada kuartal ketiga 2024-25. Ketidakpastian perdagangan global dan geopolitik berdampak pada pasar saham domestik.

Pasar saham utama dan sekunder mengalami penurunan akibat tekanan jual dari investor asing. Mata uang rupee India mengalami depresiasi sejalan dengan mata uang negara berkembang lainnya akibat penguatan dolar AS.

Fundamental makroekonomi India yang kuat membantu negara ini menghadapi ketidakpastian global. RBI menyoroti meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan AS yang terakhir terlihat pada perang dagang AS-Tiongkok 2019.

Fragmentasi perdagangan global dan kebijakan proteksionis dapat menyebabkan perubahan jangka panjang dalam pola perdagangan global. Secara global, pertumbuhan ekonomi tetap stabil namun moderat dengan prospek bervariasi di berbagai negara.

Ketidakpastian pasar keuangan meningkat akibat melambatnya disinflasi serta dampak kebijakan tarif. Negara-negara berkembang, termasuk India, menghadapi tekanan jual dari investor asing serta depresiasi mata uang akibat kuatnya dolar AS.

Dengan indikator ekonomi yang membaik, India tetap optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

(Sumber: Buletin RBI-Februari 2025)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....