China Siap Bekerja Sama Global Kembangkan AI Inklusif
- 12 Feb 2025 13:28 WIB
- Medan
KBRN, Paris: China menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan negara-negara lain dalam mempromosikan pembangunan, menjaga keamanan, dan berbagi pencapaian di bidang kecerdasan buatan (AI). Hal ini disampaikan oleh Wakil Khusus Presiden Xi Jinping, Zhang Guoqing, dalam pidatonya Senin (10/2/2025) pada KTT AI yang berlangsung di Paris pada 10-11 Februari 2025.
“AI telah menjadi kekuatan pendorong penting dalam revolusi ilmiah dan teknologi serta transformasi industri,” ujar Zhang, dikutip dari siaran pers yang diterima RRI dari China Daily.
Ia mengajak komunitas internasional untuk bersama-sama mengedepankan prinsip pengembangan AI yang membawa kebaikan, memperdalam kerja sama inovatif, memperkuat inklusivitas, serta meningkatkan tata kelola global AI.
Zhang juga mengingatkan pentingnya Global Initiative for AI Governance yang diperkenalkan oleh Presiden Xi Jinping pada Oktober 2023. Inisiatif ini menawarkan solusi dan kontribusi China dalam pengembangan serta tata kelola AI. Zhang turut mengundang komunitas pengembang global untuk berpartisipasi dalam Global Developer Conference 2025 yang akan diselenggarakan pada 21-23 Februari 2025 di Shanghai, China.
Ketika bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang juga merupakan tuan rumah KTT tersebut, Zhang menyampaikan salam hangat dari Presiden Xi Jinping dan menegaskan kesediaan China untuk bekerja sama dengan Prancis dalam mengimplementasikan konsensus penting antara kedua negara. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong hubungan bilateral yang lebih kuat dalam enam dekade mendatang.
Presiden Macron, dalam pertemuan tersebut, menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Xi karena telah mengirimkan wakil khusus ke KTT AI. Ia menegaskan bahwa Prancis tetap memegang teguh otonomi strategis dan bersedia memperkuat dialog serta kerja sama dengan China untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan menghadapi tantangan global.
Dalam pidato penutupnya di KTT AI, Macron juga menekankan pentingnya regulasi untuk memastikan kepercayaan terhadap AI.
“Kita membutuhkan AI yang dapat dipercaya,” katanya pada Selasa (11/2/2025) dikutip dari BBC. Selain itu, ia menyoroti perlunya upaya untuk mengurangi birokrasi, sekaligus mempercepat pengembangan teknologi AI.
KTT AI ini dihadiri oleh lebih dari 100 negara dari lima benua, termasuk pemerintah, organisasi internasional, perusahaan swasta, akademisi, dan masyarakat sipil. Pertemuan tersebut menghasilkan lebih dari 100 tindakan konkret dan komitmen untuk mendukung pengembangan AI yang dapat dipercaya, terbuka, inklusif, dan beretika.
Dalam deklarasi bersama yang ditandatangani negara-negara peserta, termasuk Prancis, China, dan India, terdapat tiga tujuan utama: memberdayakan masyarakat untuk memahami revolusi AI, mempromosikan pengembangan AI yang berkelanjutan, dan memperkuat sistem tata kelola internasional AI yang lebih efektif dan inklusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....