Ratusan Wisatawan Meninggalkan Santorini Akibat Gempa
- 05 Feb 2025 09:29 WIB
- Medan
KBRN, Santorini: Ratusan wisatawan dan warga lokal bergegas meninggalkan Pulau Santorini, Yunani, pada Senin (3/2/2025), setelah lonjakan aktivitas seismik menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya gempa bumi besar.
Pihak berwenang Yunani telah menyiapkan beberapa penerbangan tambahan antara Santorini dan ibu kota Athena, sementara kapal-kapal mengangkut orang-orang keluar dari pulau tersebut. Evakuasi ini dilakukan setelah lebih dari 280 gempa bawah laut tercatat dalam tiga hari terakhir, terutama di antara Santorini dan Pulau Amorgos yang berdekatan, dikutip dari Euronews
Para ahli seismologi Yunani menyatakan bahwa gempa-gempa ini, dengan beberapa mencapai magnitudo lebih dari 4,5, tidak terkait dengan aktivitas gunung berapi Santorini. Namun, pola aktivitas seismik yang meningkat tetap menjadi perhatian.
Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, yang tengah menghadiri pertemuan informal para menteri di Brussels, meminta warga agar tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas perlindungan sipil.
“Kita menghadapi fenomena geologi yang sangat intens. Saya meminta masyarakat, khususnya para warga pulau, untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari Otoritas Perlindungan Sipil,” katanya.
Gempa berkekuatan 4,8 skala Richter tercatat pada Senin (3/2/2025) pukul 14.17 waktu setempat, menjadi yang terkuat sejauh ini. Beberapa kejadian longsor tanah dan bebatuan juga dilaporkan.
“Semua skenario masih terbuka. Jumlah gempa meningkat, magnitudonya bertambah, dan pusat gempa bergeser ke timur laut. Tingkat risiko telah meningkat,” tulis Dr. Gerassimos Papadopoulos, seorang seismolog terkemuka, dalam sebuah unggahan daring yang dikutip oleh The Guardian.
Sebagai langkah pencegahan, otoritas setempat menutup sekolah dan melarang warga mengakses beberapa area pantai, termasuk pelabuhan tua Santorini yang berdekatan dengan tebing berbatu. Peringatan juga dikeluarkan agar masyarakat menghindari garis pantai dan beberapa pelabuhan tertentu, sebagai langkah antisipasi jika gempa besar memicu tsunami.
“Sepertinya ada patahan seismik yang aktif dan bisa menyebabkan gempa dengan magnitudo lebih dari enam. Kita belum mengalami gempa utama,” ujar Prof. Manolis Skordylis dalam wawancara dengan radio publik Yunani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....