Bupati Sergai Buka Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Petugas ATLM

  • 29 Sep 2026 18:32 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tebing Tinggi- Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Darma Wijaya membuka Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Petugas Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di Hotel Amanda Tebing Tinggi, Senin, 28 September 2026.

Dalam sambutannya, Darma Wijaya menyampaikan bahwa Kabupaten Sergai telah memperoleh Sertifikat Eliminasi Malaria. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hal yang patut disyukuri sekaligus menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dipertahankan.

“Eliminasi bukan berarti kita boleh berhenti waspada. Tugas kita selanjutnya adalah mempertahankan capaian tersebut dengan meningkatkan kewaspadaan, surveilans, deteksi dini, dan respons yang cepat apabila ditemukan kasus,” ujarnya.

Ia menegaskan, tenaga kesehatan, khususnya ATLM, memiliki peran penting dalam mempertahankan status eliminasi malaria. Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan langkah pelayanan dan penanganan pasien. Karena itu, Bupati menekankan pentingnya ketelitian, kompetensi, dan konsistensi tenaga laboratorium dalam menjalankan standar pemeriksaan.

Dalam kesempatan tersebut, Darma Wijaya berharap pelatihan dapat menjadi momentum untuk menyegarkan kembali pengetahuan dan keterampilan peserta, meningkatkan mutu pemeriksaan, sekaligus menyamakan standar pelayanan laboratorium dalam pemeriksaan mikroskopis malaria.

Selain peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, Darma juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi. Melalui Dinas Kesehatan, Puskesmas, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, hingga masyarakat diharapkan dapat bergerak bersama dalam mempertahankan eliminasi malaria di Kabupaten Sergai.

“Petugas kompeten, pemeriksaan bermutu, hasil dapat dipercaya, masyarakat terlindungi. Prinsip sederhana ini harus menjadi komitmen kita bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ucapnya.

Dikesempatan serupa, Kepala Dinas Kesehatan Sergai, dr Yohnly Boelian Dachban mengatakan bahwa malaria masih menjadi salah satu penyakit yang memerlukan perhatian serius dalam upaya pengendalian penyakit menular. Diagnosis yang tepat dan cepat merupakan salah satu kunci penting dalam penatalaksanaan malaria.

Menurutnya, pemeriksaan mikroskopis memiliki peran penting dalam memastikan diagnosis sehingga kompetensi tenaga ATLM dalam melakukan pemeriksaan, identifikasi, dan interpretasi parasit malaria harus terus dipelihara dan ditingkatkan.

Ia menjelaskan, pelatihan juga menjadi kesempatan untuk melakukan penyegaran terhadap teknik pembuatan dan pewarnaan sediaan darah, pemeriksaan mikroskopis, identifikasi jenis dan stadium parasit malaria, serta menjaga mutu hasil pemeriksaan laboratorium.

Yohnly berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman, sehingga ilmu serta keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di tempat kerja dan berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan laboratorium di fasilitas kesehatan.

Berdasarkan laporan panitia yang disampaikan Jumilawati, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 23 peserta yang terdiri atas petugas analis dari puskesmas dan rumah sakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....