Pemkab Labuhanbatu Pastikan Pelaksanaan Program MBG Berjalan Sesuai Ketentuan

  • 29 Sep 2026 13:40 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Labuhanbatu- Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan program tersebut berjalan sesuai ketentuan serta memberikan makanan yang aman, sehat dan berkualitas bagi masyarakat penerima manfaat.

Hal itu disampaikan Asisten I Kabupaten Labuhanbatu, Sarimpunan Ritonga, selaku wakil ketua pengawasan MBG Labuhanbatu pada Rapat teknis percepatan dan pemantauan penyelenggaraan program makanan bergizi gratis Kabupaten Labuhanbatu di ruang rapat Bupati, Senin, 28 September 2026.

"Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan perizinan lingkungan, standar pengelolaan dapur, hingga pemenuhan persyaratan higiene dan sanitasi"ujar Sarimpunan.
Sarimpunan juga memastikan setiap penyelenggara MBG memenuhi ketentuan administrasi dan standar keamanan pangan yang berlaku.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengolahan, penyimpanan hingga pendistribusian makanan dilakukan dengan memperhatikan prinsip kebersihan dan kesehatan.
Selain itu, Sarimpunan menyampaikan, Pemkab Labuhanbatu turut mendorong pemenuhan sertifikasi halal sebagai bentuk jaminan kepada masyarakat bahwa bahan pangan dan proses pengolahan makanan yang diberikan dalam program MBG memenuhi ketentuan halal.
"Pengawasan juga mencakup aspek lingkungan, termasuk kelengkapan izin atau persetujuan terkait lingkungan, pengelolaan limbah, kebersihan lokasi serta kondisi sarana dan prasarana dapur penyedia," ucapnya.
Sarimpunan menegaskan bahwa pengawasan tersebut bukan untuk menghambat pelaksanaan program, melainkan sebagai upaya memastikan Program MBG berjalan secara tertib, aman dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima.
Pemkab Labuhanbatu berharap seluruh penyelenggara MBG dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan, sehingga makanan yang disalurkan kepada peserta didik dan penerima manfaat lainnya benar-benar memenuhi aspek gizi, keamanan, kebersihan dan kehalalan.
Sarimpunan juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG untuk bersama-sama menjaga kualitas program serta melakukan evaluasi secara berkala apabila ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki.
Selain pengawasan, rapat juga membahas dampak lonjakan harga pangan yang bisa menjadikan inflasi. Salah satunya dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kita (RTK) kios atau warung binaan langsung Bulog, Kios olife, kios atau warung binaan Disperindag, dan kios pangan kios binaan Dinas Pangan yang mengacu pada juknis nomor 3 tahun 2025 dari BAPANAS.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....