Tenaga Konstruksi Bersertifikat Dibutuhkan Dukung Pembangunan Tanjungbalai

  • 18 Sep 2026 14:01 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pemerintah Kota Tanjungbalai memperkuat kompetensi tenaga kerja konstruksi untuk mendukung pembangunan daerah. PemkotTanjungbalai menggelar pembekalan dan uji kompetensi yang dibiayai APBD 2026.

Kepala Dinas PUTR Tety Juliani Siregar mengatakan kebutuhan tenaga konstruksi kompeten semakin penting. Terutama karena Tanjungbalai sedang melakukan pembangunan, rehabilitasi, revitalisasi, renovasi, dan pemeliharaan infrastruktur.

Menurut Tety, kebutuhan tersebut juga berkaitan dengan penanganan persoalan banjir di Kota Tanjungbalai. Infrastruktur penanggulangan banjir diperlukan untuk menghadapi kondisi akibat rob, pasang surut, maupun curah hujan.

Ia mengatakan pekerjaan konstruksi membutuhkan tenaga yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Sertifikasi juga berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan dan keselamatan serta kesehatan tenaga kerja.

“Untuk itu, kuantitas dan kualitas tenaga kerja konstruksi yang telah bersertifikat sangat memengaruhi pelaksanaan pekerjaan konstruksi,” kata Tety, dalam rilis Diskominfo Tanjungbalai Rabu, 16 September 2026.

Tety berharap program sertifikasi tersebut terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Ia meminta dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan kebutuhan anggaran melalui APBD Kota Tanjungbalai.

Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina mengatakan Pemkot Tanjungbalai berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia bidang konstruksi. Program tersebut terutama diarahkan bagi tenaga kerja konstruksi level satu hingga level enam. Fadly menjelaskan kegiatan memiliki dua komponen utama, yakni pembekalan dan uji sertifikasi.

"Pembekalan ini untuk memperluas wawasan peserta mengenai rangkaian proses pekerjaan konstruksi yang berkualitas," katanya.

Fadly berharap jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat terus bertambah. Dengan demikian, kebutuhan tenaga konstruksi bersertifikat di wilayah Kota Tanjungbalai dapat semakin terpenuhi.

" Tenaga kerja yang kompeten kita harpkan memiliki daya saing, produktivitas, dan kreativitas dalam industri konstruksi," ujarnya.

Kegiatan diikuti 98 tenaga kerja dari unsur masyarakat melalui penyedia jasa konstruksi serta unsur OPD. Sertifikasi melibatkan lembaga sertifikasi profesi yang ditunjuk BNSP, asesor, dan narasumber sesuai jabatan kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....