Rico Waas Datangi Medan Marelan, Gotong Royong Benahi Drainase
- 14 Sep 2026 13:26 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, turun langsung meninjau gotong royong dan pengerjaan drainase di Jalan Marelan II Pasar 4 Timur, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu, 12 September 2026. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan sedimentasi lumpur yang sudah sangat tebal di sepanjang saluran drainase wilayah tersebut.
"Hari ini kita lakukan gotong royong karena sedimentasi lumpur di saluran drainase Pasar 4 Timur ini sangat tebal dan penuh, sehingga harus kita benahi. Pemasangan U-Ditch sepanjang 200 meter kanan dan kiri juga sedang berjalan," ujar Rico.
Guna mengoptimalkan aliran air, Rico menjelaskan Pemko Medan juga merencanakan pembenahan saluran pembuangan di wilayah sekitar, salah satunya di Gang Jahe. Langkah ini diambil agar aliran air terbagi secara efisien.
"Kita rencanakan sosialisasi untuk pembenahan di Gang Jahe, supaya pembuangannya bisa terbagi dua, ke arah barat dan timur. Banyak keluhan warga karena air kerap masuk ke rumah. Meskipun jalanan sudah kering, pemukiman warga masih tenggelam. Kondisi ini yang secara bertahap kita benahi di Kecamatan Marelan,"kata Rico.
Di sela-sela kegiatan, Rico menyapa warga setempat dan meminta dukungan masyarakat agar proses pengerjaan infrastruktur drainase berjalan lancar demi kenyamanan bersama Tak hanya fokus pada masalah genangan air, Rico juga merespons keluhan terkait fasilitas pendidikan saat meninjau kondisi SD Negeri 060999. Selain memperhatikan struktur fisik bangunan yang retak, Rico menyoroti sistem pembelajaran dua shift akibat keterbatasan ruang kelas.
"Di SD Negeri ini ada problem double shift karena hanya ada tujuh kelas. Tahun depan kita rencanakan untuk merenovasi bangunan menjadi dua lantai, ditingkatkan agar anak-anak bisa belajar lebih nyaman," ucap Rico.
Sementara itu, perwakilan dari Perkumpulan RKL, Suwandi menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas kesediaan Wali Kota Medan untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan.
"Keluhan-keluhan masyarakat sudah kami sampaikan langsung, dan mudah-mudahan ke depan penyelesaiannya bisa berjalan dengan baik," ujar Suwandi.
Menurut Suwandi, permasalahan utama di wilayah tersebut adalah persoalan banjir. Saat hujan turun, sejumlah gang kerap tergenang air hingga menyerupai anak sungai akibat sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air.
Titik krusial yang menjadi fokus pembenahan berada di kawasan Gang Jahe dan Karmila. Suwandi menjelaskan kawasan Gang Jahe merupakan titik pusat pembelahan dan pengaliran arus air.
"Soal drainase Gang Jahe itu yang paling utama, karena di situlah pusat pengaliran air yang terbagi ke Gang Jahe dan Karmila. Kami sangat senang karena Pak Wali Kota menyambut baik aspirasi ini," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....