Toba Siapkan Pengelolaan Sampah Terpadu Lewat LSDP
- 06 Sep 2026 12:17 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Toba – Pemerintah Kabupaten Toba memperkuat penanganan persoalan sampah melalui pengelolaan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Saat ini, timbulan sampah di Kabupaten Toba mencapai sekitar 100 hingga 120 ton setiap hari.
Bupati Toba, Effendi Sintong P Napitupulu mengatakan baru sekitar 45 persen sampah yang dapat diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sementara sekitar 55 persen wilayah lainnya belum terjangkau layanan pengangkutan karena keterbatasan sarana, prasarana dan sumber daya.
“Sistem pengelolaan di bagian hilir pun saat ini masih sepenuhnya mengandalkan metode pembuangan terbuka (open dumping) tanpa adanya pengolahan lanjutan,” katanya dalam rapat konsolidasi di Balige, pada Jumat, 4 September 2026.
Pemkab Toba kini ditetapkan sebagai salah satu lokasi percontohan penerima program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Program tersebut didukung melalui sinergi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah dan Bappenas.
Untuk mendukung program, Pemkab telah memperluas lahan operasional TPA dari 2,5 hektare menjadi 3,4 hektare. Sejumlah dokumen teknis juga telah disiapkan, termasuk Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) dan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK).
Tim penilai LSDP dari pemerintah pusat sebelumnya meninjau TPA Pintu Bosi di Kecamatan Laguboti, pada Kamis, 3 September 2026. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi sentra pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Pemkab Toba juga menjajaki kerja sama teknologi dengan Korea Environmental Industry & Technology Institute (KEITI) dari Korea Selatan. Pembahasan diarahkan pada penerapan sistem 3R atau Reduce, Reuse, Recycle hingga pengolahan residu sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
Effendi menilai pembangunan infrastruktur dan penambahan armada tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah. Partisipasi masyarakat melalui pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga juga diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program.
“Oleh karena itu, Pemkab Toba mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat mulai membiasakan diri mengurangi dan memilah sampah langsung dari sumber terkecil, yakni rumah tangga,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....