Bupati Sergai Tegaskan Setiap Anak Harus Tumbuh Optimal
- 28 Agt 2026 11:28 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Perbaungan- Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menyadari bahwa stunting bukan semata-mata persoalan kesehatan. Stunting merupakan persoalan pembangunan manusia yang berkaitan erat dengan kemiskinan, ketahanan pangan, pola asuh, sanitasi, pendidikan, lingkungan, serta akses terhadap pelayanan dasar.
Hal ini disampaikan Bupati Sergai, Darma Wijaya, saat menerima rombongan dalam rangka kunjungan lapangan Program Percepatan Penurunan Stunting Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Republik Indonesia (RI) bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) di Posyandu Cempaka, Desa Melati Kecamatan Perbaungan, Rabu, 26 Agustus 2026.
Darma Wijaya menyampaikan bahwa dalam percepatan penurunan stunting, masih terdapat berbagai tantangan yang harus kita selesaikan bersama. Tantangan tersebut, katanya lagi, tidak hanya berkaitan dengan cakupan dan kualitas pelayanan, tetapi juga menyangkut kualitas dan keterjangkauan sasaran, validitas data, perubahan perilaku masyarakat, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
“Tahun 2024, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), survei dilakukan terhadap 710 balita sebagai sampel. Sementara itu, berdasarkan hasil pengukuran petugas melalui aplikasi E-PPGBM (elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat) dengan pendekatan by name by address , dari jumlah 43.849 balita, tercatat 550 balita stunting atau sebesar 1,89%, ada perbedaan angka antara hasil survei dengan data pengukuran melalui E-PPGBM ini, tentu menjadi perhatian serius bagi Pemkab Sergai. Berdasarkan data E-PPGBM sampai dengan Juli 2026, tercatat 441 kasus stunting atau sebesar 1,37%,” ujar Darma.
Menurutnya, data bukan hanya angka. data adalah dasar untuk menentukan siapa yang harus kita intervensi, bentuk intervensinya, besaran sumber daya yang diperlukan, serta bagaimana mengukur keberhasilan program. Pemkab Sergai saat ini sedang melakukan langkah-langkah untuk memastikan perbedaan data tersebut dapat dijelaskan secara objektif dan memperoleh dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami juga sedang dalam proses pengajuan surat sanggahan terhadap perbedaan data tersebut kepada Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI," kata Darma.
Darma Wijaya menyebut kehadiran Setwapres beserta TP2S di Kabupaten Sergai merupakan kesempatan yang sangat berharga. Bupati juga berharap kunjungan lapangan ini dapat memberikan masukan, penguatan, dan rekomendasi terhadap pelaksanaan program yang selama ini telah dilakukan.
“Semoga dengan dilaksanakannya kunjungan ini dapat diperoleh pemahaman yang sama mengenai kondisi stunting di Sergai, khususnya terkait penguatan kualitas data dan kesesuaian antara data survei dengan data pengukuran berbasis by name by address. Atas nama Pemkab Sergai, saya tegaskan bahwa kami tidak akan berhenti pada pencapaian angka. Yang menjadi tujuan akhir kita adalah memastikan anak-anak Sergai dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sehat, cerdas, produktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menyebut jika keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari seberapa banyak program yang kita laksanakan, tetapi dari seberapa besar perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, khususnya oleh anak-anak kita.
“Data kita perbaiki, intervensi kita kuatkan, kolaborasi kita satukan, dan setiap anak kita selamatkan. Semoga dengan kerja bersama, Kabupaten Sergai mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, unggul, dan siap menjadi generasi penerus pembangunan daerah dan bangsa,” ucap Darma.
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan Dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Eddy Cahyono Sugiarto menyebut bahwa dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting, kita harus mempersiapkan SDM, khususnya para pemuda sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Hal ini sebutnya lagi, agar berbagai kebijakan dan program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik.
“ Saya optimistis, melalui kerja bersama dan langkah-langkah yang dilaksanakan di Kabupaten Sergai, angka stunting dapat terus kita turunkan. Selain itu, kunjungan yang dilakukan juga berkaitan dengan peninjauan IPAL, rumah warga, serta PDAM sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan lingkungan masyarakat,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....