Tapsel Jadi Lokus PKN Tingkat II Angkatan 2026
- 23 Jul 2026 08:55 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan- Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi lokus Visitasi Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 yang diikuti 49 peserta. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola Penanggulangan Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi dan Daya Saing Daerah” dan berlangsung di Aula Sarasi Lantai III Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, pada Selasa, 21 Juli 2026.
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan rombongan di Bumi Dalihan Natolu, Kabupaten Tapanuli Selatan.
“Kami merasa bangga dan tersanjung karena Tapanuli Selatan dipilih sebagai lokus kegiatan visitasi PKN Tingkat II. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan banyak masukan bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, khususnya dalam menyempurnakan tata kelola penanganan bencana,” ujar Gus Irawan.
Gus Irawan menjelaskan, Tapanuli Selatan saat ini berada pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025. Tahapan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga tahun dan saat ini memasuki tahun pertama.
Menurutnya, penanganan pascabencana membutuhkan kolaborasi dan konsolidasi lintas sektor. Sejumlah perangkat daerah, seperti Bappeda, BPBD, Dinas Sosial, Dinas PUPR, serta perangkat daerah terkait lainnya, terus bergerak secara terpadu sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
“Kita kroyok bersama untuk menangani bencana. Kata kuncinya adalah kecepatan, terutama dalam menyiapkan data yang terverifikasi dan tervalidasi. Karena sekarang semua berbasis data dan evidence based. Dengan data yang kuat, kita dapat mengambil keputusan dengan cepat dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan,” ucap Gus Irawan.
Gus Irawan juga menyampaikan bahwa bencana tersebut memberikan dampak besar terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat. Lebih dari 3.000 hektare lahan pertanian mengalami gagal panen, sementara sejumlah lahan pertanian dan perkebunan turut terdampak material banjir bandang dan longsor.
Dampak bencana juga terlihat pada pertumbuhan ekonomi Tapsel pada triwulan terakhir 2025, pertumbuhan ekonomi daerah turun menjadi sekitar 2,49 persen, dari sebelumnya berada di atas 5 persen. Memasuki triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi mulai meningkat menjadi 3,49 persen, namun masih belum kembali pada kondisi sebelum bencana.
Gus Irawan berharap pelaksanaan visitasi PKN Tingkat II dapat memberikan rekomendasi dan masukan strategis bagi Tapsel agar mampu mempercepat pemulihan.
“Kami ingin pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Tidak mudah, tetapi kita tidak boleh menyerah terhadap keadaan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gus Irawan juga menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif, khususnya dalam menghadapi perubahan dan situasi krisis. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga harus visioner, mampu menjadi motivator, inspirator, coach, serta teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Sementara, Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Utara Dr. Agustinus Panjaitan dalam laporannya menyampaikan Tapsel dipilih sebagai lokus visitasi bukan tanpa alasan. Menurutnya, Tapsel merupakan laboratorium kepemimpinan nyata dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
“Kami melihat Tapanuli Selatan tidak terpuruk. Sebaliknya, daerah ini menunjukkan gerak cepat, ketangguhan, dan kepemimpinan yang adaptif,” ucapnya.
Kegiatan visitasi tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengalaman dan gagasan antara peserta PKN Tingkat II dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, sekaligus memperkuat upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, tangguh, dan responsif dalam menghadapi bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....