Pelatihan Kompetensi Pemko Medan Siapkan SDM Siap Kerja dan Perluas Loker
- 06 Jul 2026 23:07 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Medan, Senin, 6 Juli 2026.
Rico mengatakan pelatihan tersebut merupakan komitmen Pemko Medan dalam meningkatkan kompetensi pencari kerja sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
"Hari ini kita melakukan pelatihan tenaga kerja, Kesempatan kerjanya juga sudah kita siapkan. Ini bagian dari bagaimana Pemerintah Kota Medan mendukung penyelesaian permasalahan lapangan pekerjaan secara bertahap," kata Rico.
Menurutnya, tuntutan dunia kerja saat ini semakin tinggi sehingga para pencari kerja membutuhkan keterampilan tambahan agar mampu bersaing di pasar kerja.
Selain meningkatkan kompetensi tenaga kerja, Pemko Medan juga terus memperluas akses kesempatan kerja, tidak hanya di Kota Medan, tetapi juga ke daerah lain hingga luar negeri. Pemko Medan telah menjalin kerja sama dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan tengah menyiapkan skema agar perusahaan di daerah lain dapat merekrut tenaga kerja asal Medan, termasuk melalui proses wawancara secara virtual.
"Kita tidak hanya bicara soal Kota Medan. Kita akan terus mengeksplorasi lebih banyak lowongan pekerjaan, baik di sekitar Kota Medan maupun di luar daerah," ujarnya.
Rico juga mengatakan Pemko Medan tengah mendorong kerja sama dengan sektor perbankan untuk membantu pembiayaan pelatihan bagi calon pekerja yang akan bekerja di luar negeri, termasuk Jepang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramadhan, menjelaskan pelatihan tahun ini terdiri atas empat paketdengan total 100 peserta, yakni pelatihan barista bagi penyandang disabilitas sebanyak 20 peserta, operator forklift 20 peserta, safety training 40 peserta, dan tata kecantikan 20 peserta.
Menurut Ramadhan, setiap pelatihan memiliki durasi yang berbeda sesuai bidang kompetensi. Pelatihan barista berlangsung selama lima hari, safety training tujuh hari, sedangkan pelatihan forklift dan tata kecantikan masing-masing berlangsung selama 18 hari.
"Di akhir pelatihan seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi. Peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sehingga memiliki kompetensi yang diakui untuk memasuki dunia kerja," ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan berbasis kompetensi tahun ini juga berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena seluruh program dirancang berbasis penempatan kerja dengan melibatkan dunia usaha dan industri.
Selain itu, berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan tenaga kerja bersama pengelola KEK Sei Mangkei, industri manufaktur di kawasan tersebut masih membutuhkan banyak tenaga operator, termasuk operator forklift. Karena itu, Pemko Medan akan menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan industri agar lulusan lebih mudah terserap di dunia kerja.
Ramaddan menyebut Pemko Medan juga tengah menjajaki kerja sama dengan KEK Batam serta Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk membuka peluang penempatan tenaga kerja ke Jepang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....