Wabup Tapsel Buka Penanaman Perdana Agroforestri
- 27 Jun 2026 17:40 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan- Wakil Bupati Tapanuli Selatan, Jafar Syahbuddin Ritonga menghadiri sekaligus membuka kegiatan Penanaman Perdana Agroforestri dalam Program Kesepakatan Konservasi Masyarakat (KKM). Kegiatan di Desa Kota Tua dan Desa Simaninggir, Kecamatan Tantom Angkola, pada Selasa, 23 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lingkungan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan tanaman produktif berbasis konservasi.
Dalam sambutannya, Jafar menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berkomitmen penuh mendukung program-program yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan.
“Visi kami adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Karena itu, program agroforestri dan konservasi seperti ini akan terus kami dukung,” ujar Jafar.
Menurutnya, pengalaman bencana banjir bandang yang pernah melanda Desa Kota Tua menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan pelestarian alam. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif melalui pola agroforestri yang ramah lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Jafar juga menjelaskan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang tengah dijalankan Pemkab Tapsel, di antaranya Gerakan 10.000 Hektare Jagung dan Gerakan 1.000 Kolam Ikan. Program tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi yang selama ini membebani sebagian warga.
“Melalui program KUR Berkah dengan bunga nol persen hingga akhir tahun 2026, masyarakat memiliki akses pembiayaan yang lebih mudah untuk mengembangkan usaha produktif. Kami ingin masyarakat terlepas dari jeratan rentenir dan memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan,” ucap Jafar.
Sementara itu, Camat Tantom Angkola, Indra Sakti mengatakan program konservasi ini lahir dari semangat bersama untuk meminimalisir risiko bencana di masa mendatang. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga kelompok Kesepakatan Konservasi Masyarakat di Desa Kota Tua dan dua kelompok di Desa Simaninggir yang akan terlibat dalam kegiatan penanaman.
“Sebanyak 119 masyarakat pemilik lahan akan terlibat dalam program ini. Kami berharap kerja sama antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Conservation Indonesia dapat terus berlanjut demi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Indra.
Kepala Yayasan Observasi Konservasi, Isner Manalu, menjelaskan bahwa program ini diawali dengan penandatanganan dokumen Kesepakatan Konservasi Masyarakat antara masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang difasilitasi oleh Conservation Indonesia. Melalui kesepakatan tersebut, masyarakat berkomitmen menjaga kawasan lingkungan dan tidak lagi melakukan pembukaan hutan, melainkan mengembangkan sistem agroforestri pada lahan Areal Penggunaan Lain (APL).
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah tersedia sekitar 40.000 bibit kakao unggul, 10.000 bibit kemiri, serta sekitar 6.000 bibit tanaman buah-buahan seperti alpukat, petai, dan jenis tanaman produktif lainnya yang siap ditanam oleh masyarakat.
“Harapan kami, melalui agroforestri ini masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari tanaman yang ditanam, sekaligus menjaga lingkungan agar tetap lestari dan terhindar dari bencana di masa mendatang,” ujar Isner.
Kepala Desa Kota Tua, Pinder Siburian, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Conservation Indonesia, dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat pascabencana.
"Semoga program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan yang menjadi sumber kehidupan warga," ucap Pinder.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....