Rico Waas Tegaskan May Day di Medan Bukan Sekadar Pengamanan, tapi Pelayanan

  • 29 Apr 2026 22:49 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pendekatan yang dilakukan pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) bukan semata pengamanan, melainkan pelayanan kepada seluruh masyarakat, termasuk serikat buruh. Hal tersebut disampaikannya usai memimpin rapat Forkopimda yang membahas kesiapan pengamanan dan pelayanan publik pada May Day, Rabu 29 April 2026.

Rico menjelaskan, rapat tersebut digelar untuk merespons isu-isu terkini. Rapat juga mematangkan sistem pengamanan kota.

“Perlu digarisbawahi, ini adalah pelayanan. Kita ingin memastikan rekan-rekan buruh bisa menyampaikan aspirasi secara baik dan teratur, dan kondisi Kota Medan tetap kondusif,” ucapnya.

Menurutnya, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah sepakat untuk bekerja secara solid, dan merangkul semua pihak. Rapat juga menyepakati masing-masing pihak menjalankan tugas secara maksimal, demi menjaga stabilitas kota.

Rico menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, agar pelayanan kepada masyarakat dan buruh berjalan optimal, sehingga situasi tetap kondusif.

Dalam rapat tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan sekitar 1.200 peserta aksi dari 41 serikat pekerja telah terkonfirmasi, dengan estimasi total massa mencapai 2.500 orang. Massa direncanakan berkumpul di sejumlah titik, seperti di Masjid Raya dan Istana Maimun, sebelum bergerak menuju pusat pemerintahan.

Untuk mengantisipasi gangguan ketertiban dan kemacetan, kepolisian menyiapkan pengamanan serta rekayasa lalu lintas di 38 titik zona merah dan 18 titik zona kuning. Selain itu, langkah preemtif juga dilakukan melalui komunikasi intensif dengan serikat buruh, termasuk memfasilitasi rencana audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan M. Sofyan menyebut pengawalan May Day akan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Pemerintah juga menempatkan dialog sebagai prioritas, serta memastikan ruang aspirasi buruh tetap terbuka dalam suasana tertib, dengan dukungan langkah teknis terukur guna menjaga kondusivitas Medan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....