Hadiri TFG Sispam Kota, Wakil Wali Kota Medan Soroti Kesiapan Semua Sektor

  • 23 Apr 2026 17:51 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen kota dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Hal itu disampaikan Zakiyuddin saat menghadiri Tactical Floor Game (TFG) SispamKota yang diselenggarakan oleh Polrestabes Medan pada Kamis, 23 April 2026.

Kegiatan yang digelar di Aula Dhira Brata Sat Brimob Polda Sumut ini merupakan simulasi strategis untuk menguji kesiapan aparat keamanan bersama instansi terkait dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus kelancaran lalu lintas di Medan.

Menurut Zakiyuddin, objek vital seperti pusat perbelanjaan kerap menjadi sasaran ketika situasi tidak terkendali. Kesiapan seluruh sektor dinilai penting, termasuk layanan kesehatan yang harus siap menangani kemungkinan adanya korban.

"Kalau terjadi situasi tidak terkendali, biasanya objek seperti mal menjadi sasaran. Karena itu semua pihak harus siap, termasuk rumah sakit untuk penanganan korban,” ucap Zakiyuddin.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antar instansi melalui latihan bersama dan simulasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, perhatian terhadap jalur akses menuju lokasi aksi juga perlu diperhatikan, mengingat massa sering mencari celah untuk masuk meskipun telah dilakukan pembatasan.

“Simulasi ini penting agar kita siap sebelum kejadian. Jangan setelah terjadi baru kita bertindak,” ucap Zakiyuddin.

Zakiyuddin turut mengingatkan bahwa media sosial memiliki peran besar dalam memobilisasi massa dengan cepat. Oleh sebab itu, strategi komunikasi serta pengendalian informasi yang tepat sangat dibutuhkan guna mencegah situasi di lapangan semakin memanas.

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa pengamanan difokuskan pada empat objek vital. Diantaranya, Kantor DPRD Sumatera Utara, DPRD Kota Medan, Kantor Gubernur Sumatera Utara, serta Kantor Wali Kota Medan.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, disiapkan sekitar 3.800 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan Pemerintah Kota Medan yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis.

Selain itu, dibentuk pula tim penyekat di pintu masuk kota seperti Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris guna mengantisipasi pergerakan massa dari luar daerah.

“Langkah ini penting karena Medan berbatasan langsung dengan Deli Serdang, Binjai, dan Tanah Karo. Pergerakan massa dari luar kota harus bisa dikendalikan,” ucap Jean Calvijn.

Di sisi lain, kepolisian juga membentuk tim penegakan hukum serta melakukan pemantauan terhadap potensi penggerak aksi, termasuk melalui media sosial dan jaringan massa. Meski demikian, penyampaian aspirasi masyarakat tetap dijamin selama berlangsung tertib.

“Kami tetap melayani penyampaian aspirasi, tetapi harus sesuai aturan. Peran liaison officer (LO) penting untuk menjembatani komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....