Rico Waas Ajak GPIB Immanuel Bersinergi Bangun Kota
- 07 Apr 2026 21:35 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pembangunan Kota Medan tidak dapat berjalan sendirian tanpa dukungan komunitas keagamaan. Rico Waas mengajak jemaat GPIB Immanuel untuk terlibat langsung dalam menyukseskan program Pemko Medan mulai dari kebersihan lingkungan hingga penyaluran bantuan sosial PKH Medan Makmur tepat sasaran bagi warga lansia dan disabilitas.
Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Rico Waas saat menerima kehadiran pengurus GPIB Immanuel yang dipimpin Pdt Salmon Lea Timea di Balai Kota, Selasa, 7 April 2026. Selain bersilaturahmi dan memperkenalkan Pdt Salmon Lea Timea sebagai Pendeta baru GPIB Immanuel.
Rico menjelaskan, keterlibatan gereja sangat krusial dalam menyukseskan berbagai program sosial dan lingkungan yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
Menurut Rico, banyak program yang dapat disinergikan antara Pemerintah Kota Medan dengan pihak gereja. Salah satunya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan gerakan ASRI (Aksi Bersih dan Lestari) yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Gerakan bersih-bersih lingkungan ini bisa kita lakukan bersama, sehingga dampaknya lebih luas dan berkelanjutan,” kata Rico.
Di sektor sosial, Rico menyoroti program PKH Medan Makmur yang bersumber dari APBD dan diperuntukkan bagi lansia serta penyandang disabilitas. Melalui program ini, penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp200 ribu per bulan. Dirinya berharap, peran GPIB Immanuel dapat membantu memastikan program tersebut tepat sasaran dan berjalan optimal.
“Program ini tentu bisa kita kolaborasikan, agar penyalurannya lebih efektif dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.
Selain itu, Rico Waas turut menyinggung kondisi gereja sebagai bangunan cagar budaya. Ia memastikan bahwa Pemerintah Kota Medan memiliki program untuk membantu renovasi rumah ibadah, termasuk gereja, guna menjaga nilai sejarah dan fungsinya bagi masyarakat. “Untuk kebutuhan renovasi, Pemko Medan siap membantu melalui program yang ada,” katanya.
Lebih lanjut, Rico membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk pihak gereja, untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. “Jika ada problematik di masyarakat, silakan disampaikan. Nanti kita cari solusi bersama,” kata Rico.
Sebelumnya Pendeta GPIB Immanuel Medan, Pdt. Salmon Lea Timea, menyampaikan keinginan kuat GPIB Immanuel Medan untuk turut mendukung program-program Pemerintah Kota Medan. Salah satunya melalui inisiatif baru bertajuk Gerakan Peduli Immanuel Berbagi.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan internal gereja, tetapi juga menyasar masyarakat luas melalui aksi nyata, seperti kegiatan sosial, penguatan toleransi antarumat beragama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin GPIB Immanuel tidak hanya dikenal sebagai gereja, tetapi juga sebagai sahabat bagi masyarakat. Kami ingin hadir melalui aksi toleransi dan aksi lingkungan, yang bahkan sudah kami mulai sejak bulan Ramadan,” ujarnya.
Pdt Salmon juga berharap dukungan dari Wali Kota Medan agar program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Pdt. Salmon menjelaskan bahwa GPIB merupakan sinode gereja yang telah tersebar di 26 provinsi di Indonesia dengan 16 jemaat besar, termasuk di Kota Medan.
Dalam audiensi tersebut, ia turut menyinggung kondisi bangunan GPIB Immanuel Medan yang merupakan cagar budaya. Menurutnya, sejak pertama kali datang, ia melihat terdapat sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan dan cukup memprihatinkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....