Pemko Medan Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Rusak Tahap II

  • 04 Mar 2026 17:57 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pemerintah terus mempercepat pemulihan pascabencana melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyaluran Bantuan Tahap II Program Perbaikan Rumah Rusak akibat bencana hidrometeorologi Siklon Senyar kepada warga terdampak banjir di Kota Medan.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap kepada penerima manfaat di Gedung PKK Medan, Selasa, 3 Maret 2026.

Pada tahap kedua ini, bantuan menyasar 50 kepala keluarga (KK) dengan total anggaran Rp1,095 miliar. Sebanyak 27 KK kategori rusak ringan menerima bantuan sebesar Rp15 juta per unit rumah dengan total Rp405 juta. Sementara 23 KK kategori rusak sedang masing-masing memperoleh Rp30 juta, dengan total anggaran Rp690 juta.

Program tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah, termasuk keterlibatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kota Medan. Penyaluran bantuan turut dihadiri unsur pengarah BNPB, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, serta para camat se-Kota Medan.

Salah satu penerima bantuan, Nurhaida Manurung, warga Jalan Starban, Polonia, Medan, mengungkapkan banjir yang melanda kawasan tersebut mengakibatkan dua bangunan miliknya hanyut, termasuk dapur dan rumah sewa yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga.

“Semua habis. Rumah sewa itu sumber harapan kami. Sekarang tinggal gaji pensiun sekitar Rp900 ribu setelah dipotong angsuran pinjaman bangunan yang sudah hanyut,” ujar Nurhaida.

Ia mengaku bantuan perbaikan rumah dari Pemerintah Kota Medan menjadi harapan baru di tengah keterbatasan usia dan kondisi kesehatan suaminya.

“Ini seperti mukjizat bagi kami. Saya sudah tidak sanggup lagi mengurus semuanya sendiri,” katanya.

Kisah serupa dialami warga di bantaran Sungai Belawan. Hujan deras yang terjadi pada akhir November lalu menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman.

Diantaranya, di Jalan Kelambir V, Gang Sahabat Baru, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, menjelang subuh, 28 November. Banjir kiriman kembali datang keesokan harinya dan memperburuk kondisi warga.

Seorang warga setempat, Mardian Habibie Gultom, mengatakan banjir tersebut menjadi ujian berat bagi keluarganya yang memiliki empat anak. Mereka sempat bertahan di lantai dua rumah sebelum akhirnya memutuskan mengungsi demi keselamatan.

Sementara warga lainnya, Sunarto, warga lainnya yang berprofesi sebagai sopir perusahaan, harus menerima kenyataan pahit setelah tembok dan atap rumahnya roboh diterjang arus deras. “Air datang sangat kuat, tiba-tiba tembok jebol dan atap runtuh,” ucapnya.

Ketinggian air yang mencapai 1,2 hingga 2 meter membuat warga tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga, kendaraan, maupun dokumen penting. Warga sempat mengungsi ke SMP Negeri 40 Medan, meskipun lokasi tersebut juga terdampak banjir dengan ketinggian air sekitar satu meter.

Rekomendasi Berita