Rico Waas Prioritaskan Empat Aset Bangkitkan PUD Medan

  • 21 Feb 2026 00:29 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan. Rico memprioritaskan empat aset utama sebagai penggerak kebangkitan perusahaan daerah tersebut.

Penegasan itu disampaikannya saat paparan rencana kerja Direksi PUD Pembangunan periode 2026–2030 di Balai Kota Medan, Jumat 20 Februari 2026. Ia menilai BUMD tersebut tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama, dan membutuhkan reformasi manajemen serta disiplin bisnis yang lebih kuat.

Dari lima unit usaha yang dikelola, yakni Pergudangan Kota Tanjung Mulia (PKTM), Kolam Renang Deli, Gelanggang Remaja, Taman Margasatwa Medan (Medan Zoo), dan Rusunawa Amplas, Rico menyebut empat di antaranya memiliki peluang menghasilkan keuntungan jika dikelola secara serius dan profesional.

Aset yang paling menjadi sorotan adalah PKTM dengan luas 12,5 hektare, namun baru sekitar 4 hektare yang termanfaatkan. Artinya masih terdapat sekitar 7 hingga 8 hektare lahan potensial yang belum dioptimalkan. Ia membuka peluang pembangunan secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan pihak ketiga, apabila kondisi fiskal daerah belum memungkinkan investasi penuh.

“Kalau keuangan kita berat, ayo kita kerja sama. Tapi ini harus bergerak. Jangan stagnan,” ujar Rico.

Ia juga menyatakan Pemko Medan siap mendukung peningkatan akses jalan menuju kawasan tersebut, guna mendongkrak nilai bisnisnya. Untuk Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja yang berada di pusat kota, Rico menilai keduanya semestinya menjadi aset paling produktif.

Namun ia menekankan pengembangan bisnis di kawasan strategis harus diiringi perbaikan infrastruktur dan fasilitas. Khusus Kolam Renang Deli, ia mengingatkan agar fungsi utamanya tetap dipertahankan.

“Jangan kehilangan asetnya, jangan berubah fungsi. Kalau kolam renang, tetap kolam renang. Silakan dikembangkan, tapi fungsi utamanya jangan hilang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Rico menyebut Pemko Medan tidak menutup kemungkinan memberikan penyertaan modal. Namun ia menegaskan suntikan dana hanya dapat dilakukan jika rencana bisnis yang diajukan benar-benar komprehensif, terukur, dan realistis.

“Kami tidak takut membicarakan penyertaan modal. Tapi kita juga harus melihat kondisi keuangan daerah,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PUD Pembangunan, Septianus Bate’e, memaparkan kondisi keuangan perusahaan yang masih mencatat defisit rata-rata Rp289 juta per bulan. Unit pergudangan menjadi kontributor utama dengan sumbangan 73,25 persen dari total pendapatan.

Namun beban operasional mencapai Rp367 juta per bulan, ditambah kewajiban PBB sekitar Rp1,2 miliar per tahun serta tunggakan hak pegawai, membuat kondisi keuangan perusahaan belum sehat. Kolam Renang Deli dan Taman Margasatwa Medan masih merugi, sementara Gelanggang Remaja dan Rusunawa Amplas mencatat surplus tipis.

Menurut Septianus, direksi periode 2026–2030 memulai pembenahan dari internal, termasuk digitalisasi sistem keuangan bekerja sama dengan Bank Sumut, audit operasional, penyusunan SOP dan KPI dengan target kepatuhan 95 persen, efisiensi biaya, hingga memastikan tidak ada temuan audit material. Ia juga menyebut transformasi Medan Zoo tengah disiapkan melalui rebranding dan perubahan konsep pengelolaan.

Pemko Medan menargetkan PUD Pembangunan tidak lagi menjadi beban keuangan daerah, melainkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan menggerakkan aset prioritas secara bertahap, BUMD ini diharapkan dapat bangkit menjadi perusahaan yang sehat, berorientasi profit, sekaligus tetap menjalankan fungsi sosialnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....