Maruli Siahaan Dorong Pemahaman Pancasila Hadapi Tantangan Era Digital
- 04 Jul 2026 22:36 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, DELI SERDANG – Anggota Komisi XIII DPR RI, Maruli Siahaan, mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai upaya memperkuat karakter bangsa di tengah tantangan perkembangan teknologi dan media digital. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila 2026 yang digelar di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Menurut Maruli, kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi ideologi Pancasila yang dilaksanakan bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Program itu bertujuan mengingatkan masyarakat agar tetap berpegang pada Pancasila sebagai ideologi negara di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
"Kita sengaja arahkan sosialisasi ini di daerah-daerah untuk mengingatkan kembali agar masyarakat memahami Pancasila mulai dari sila pertama sampai sila kelima. Harapannya, tertanam dalam diri mereka bahwa mereka adalah warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang setia, sekaligus membentuk karakter agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif," kata Maruli.
Ia menilai penanaman nilai-nilai Pancasila menjadi semakin penting di era digital. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki landasan ideologi yang kuat agar tidak mudah terpengaruh berbagai dampak negatif, seperti penyalahgunaan media sosial, penyalahgunaan narkoba, hingga praktik judi online.
"Kalau generasi muda memahami nilai-nilai Pancasila, mereka akan memiliki pegangan yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujarnya.
Maruli mengatakan penguatan ideologi Pancasila tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata. Ke depan, pihaknya akan terus menyampaikan materi kebangsaan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat masa reses maupun kegiatan di daerah pemilihan.
"Kita akan terus menyampaikan bahwa ideologi Pancasila adalah pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. NKRI adalah harga mati dan nilai-nilai itu harus terus dijaga," katanya.
Sementara, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP), Edi Subowo, menilai tingkat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila terus mengalami peningkatan sejak BPIP aktif menjalankan program pembinaan ideologi.
Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong pendidikan Pancasila menjadi materi wajib di sekolah. BPIP juga telah menyiapkan Buku Teks Utama sebagai bahan ajar yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022.
"Tantangan terbesar saat ini adalah dunia digital yang tanpa batas. Karena itu, masyarakat, terutama generasi muda, harus memiliki karakter dan landasan yang kuat agar mampu menyaring berbagai informasi yang diterima," ujar Edi.
Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari masyarakat, termasuk mengenai persoalan penyalahgunaan narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman serius.
"Masyarakat cukup antusias. Mereka berani menyampaikan pandangan dan persoalan yang dihadapi, termasuk mengenai bahaya narkoba yang harus menjadi perhatian bersama," katanya.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, antara lain Pengurus Anak Cabang Partai Golkar Kecamatan Galang, Punguan Simanjuntak Galang, kelompok masyarakat Simpang Penara dan Serdang, PPSD Siahaan, kelompok masyarakat Pasaribu, Naposo HKBP Lubuk Pakam, serta kelompok masyarakat dari Lubuk Pakam, Beringin, dan Pasar Melintang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....