Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Sumut Masuki Verifikasi Data
- 05 Okt 2026 08:44 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara (Sumut) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Saat ini persiapan sudah memasuki tahapan verifikasi data.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, saat menerima kunjungan kerja Spesifik Anggota Komisi VIII DPR RI, di Kantor Kementeriaan Haji dan Umrah Sumut, Jumat 2 Oktober 2026. Kunjungan tersebut dalam rangka pengawasan terhadap persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
"Kita sudah melakukan berbagai tahap - tahapan persiapan. Terutama saat ini sudah memasuki pada tahap verifikasi data, " kata Zulkifli.
Ia menambahkan, terkait estimasi keberangkatan jemaah haji tahun 2027, pihaknya sudah mengintruksikan kepada kabupaten/kota untuk melakukan verifikasi yang dimulai dari pendataan, pendampingan, aspek kesehatan, dukomen, paspor hingga visa. Proses tersebut berjalan dengan baik, meskipun belum sepenuhnya maksimal.
"Ini berjalan dengan baik. Namun belum sampai pada di tingkat seratus persen. Kalau untuk pengurusan paspor mencapai 54,56 persen, sekitar sebanyak 3206 calon jemaah haji sudah melesaikan pengurusan paspor dan visa, " kata Zulkifli.
Sedangkan pemeriksaan kesehatan masih diangka 33,6 persen atau sekitar 1966 jemaah. Pihaknya juga sudah melakukan pengecekan di kabupaten/kota terkait pemeriksakan kesehatan, bahwa masih sedikit, karena sebagian jemaah ada yang masih menunggu.
"Dalam konteks pembinaan jemaah, kita memang secara kelembagaan Kementerian Haji dan Umrah belum melaksanakan menasik Haji yang berbasis anggaran," ucapnya.
Oleh sabab itu, sampai saat ini pihaknya terus melakukan uapaya dengan meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dengan KBIH. Kelemahannya karena tidak semua kabupaten/kota tersedia KBIH nya banyak, dan ada juga dari berbagai daerah yang minim.
Ia juga mendorong majelis taklim untuk bisa melakukan menasik haji kepada jemaah calon haji secara mandiri. Namun pihaknya juga berupaya untuk berkolaborasi dengan perbankan, agar bersedia menyampaikan kegiatan perbankan dengan pengajian - pengajian yang sifatnya dalam konteks bimbingan menasik haji.
"Untuk pelaksanaan bimbingan menasik haji , kita juga melakukan monitoring Supervisi. Bahwa pembimbingnya harus sudah memiliki sertifikat dan update. Kita juga terus melakukan koordinasi berbagai pihak termasuk dengan Pemprov sumut terkait berbagai dukungan demi kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji, Alhamdulillah Sebelumnya telah diberikan dukungan" ujarnya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, juga selaku Ketua Tim Kunjungan kerja Spesifik, Ansory Siregar mengatakan, pertemuan tersebut sangat penting. Hal ini sebagai komitmen bersama untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia khususnya dari provinsi Sumatera Utara dapat berjalan lebih baik.
"Kita berharap profesional dan transaparan, selain itu dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh jemaah haji, " kata Ansory.
Ia menambahkan pelaksanaan pengawasan dalam penyelenggaraan ibadah haji sebagai utama. Hal ini demi seluruh proses persiapan dapat berjalan sesuai standar pelayanan dan ketentuan yang berlaku. Kemudian mengutamakan kepentingan dan kenyamanan jemaah.
"Kementerian Haji dan umrah Sumut harus melakukan berbagai langkah periapan yang lebih strategis. Ini demi kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahiun 2027 tanpa ada kendala, " ujarnya.
Ia menerangkan adapun untuk persiapan tersebut diantaranya dari aspek verifikasi data, kelengkapan dokumen perjalanan jemaah, seleksi petugas haji, pembinaan KBIHU. Serta penguatan koordinasi lintas sektor, hingga peningkatan pelayanan kesehatan.
"Semua periapan ini agar dapat dilakukan secara efektif, tepat sasaran serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji. Penyelenggaraan ibadah haji merupakan pekerjaan besar membutuhkan kolaborasi dari berbagai banyak pihak oleh sebab itu dibutuhakan sinergitas yang lebih baik," ujarnya.
Ia menginginkan pelaksanaan periapaan pengawasan terhadap persiapan penyelenggaraan ibadah haji sebagai momentum untuk semakin menghadirkan pelayanan haji yang maksimal, lebih profesional, humanis demi kepuasan dan keselamatan jemaah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....