Menhaj Tinjau Dapur Katering Haji, Dorong Produk Indonesia Masuk Pasar Saudi
- 05 Jun 2026 08:39 WIB
- Medan
RRI CO.ID, Madinah – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, bersama Tim Amirul Hajj meninjau dua dapur katering penyedia konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi, pada Rabu, 3 Juni 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah, sekaligus mendorong pemanfaatan produk pangan Indonesia dalam rantai pasok katering haji.
Dua dapur yang dikunjungi merupakan bagian dari sejumlah dapur yang setiap hari menyiapkan makanan bagi jemaah haji Indonesia. Dalam peninjauan tersebut, Irfan memastikan proses pengolahan makanan berjalan sesuai standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan pangan.
"Kami ingin memastikan dapur-dapur yang melayani jemaah Indonesia bekerja dengan baik, bersih, sehat, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah," ujarnya saat meninjau Dapur Uhud Taibah di Madinah.
Selain memeriksa kualitas layanan, pria yang akrab disapa Irfan itu juga menyoroti peluang besar bagi produk pangan Indonesia untuk masuk ke pasar katering haji di Arab Saudi. Menurutnya, sejumlah bahan baku yang saat ini dipasok dari negara lain sebenarnya dapat dipenuhi oleh Indonesia.
Saat meninjau dapur, ia menemukan berbagai bahan pangan yang identik dengan produk Indonesia, seperti santan, ikan patin, ikan teri, asam jawa, hingga beragam bumbu masakan Nusantara. Ia menilai Indonesia memiliki kapasitas produksi yang besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Peluangnya sangat besar. Produk-produk yang dibutuhkan sebenarnya banyak tersedia di Indonesia. Tinggal bagaimana kita memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku agar produk tersebut bisa masuk ke Arab Saudi," katanya.
Irfan mengungkapkan pemerintah telah menjajaki pengiriman sejumlah komoditas pangan Indonesia ke Arab Saudi, termasuk beras dan berbagai jenis bumbu masakan. Namun, upaya tersebut belum berjalan optimal akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada distribusi logistik dan tingginya biaya transportasi.
Selanjutnya, Kementerian Haji dan Umrah berencana mendorong penggunaan produk Indonesia melalui skema kerja sama dengan penyedia katering haji. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah memasukkan penggunaan komoditas tertentu asal Indonesia ke dalam kontrak layanan konsumsi jemaah.
Menurut Irfan, langkah tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan dunia usaha nasional.
"Kita ingin jemaah mendapatkan makanan yang sesuai dengan selera Indonesia, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi bagi petani, nelayan, UMKM, dan pelaku usaha dalam negeri. Haji tidak hanya menjadi pelayanan ibadah, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk penguatan ekosistem ekonomi Indonesia di tingkat global," ujarnya.
Hingga kini, Kementerian Haji dan Umrah terus menjajaki berbagai peluang agar produk pangan Indonesia dapat menjadi bagian dari rantai pasok katering haji. Sehingga manfaat penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya dirasakan jemaah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....