Optimalisasi Area Komersial Hotel Haji Dorong Pendapatan Meningkat
- 03 Jun 2026 09:10 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Makkah – Optimalisasi area komersial hotel jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi menunjukkan hasil positif. Penguatan kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia bersama BPKH Limited berhasil meningkatkan pendapatan sekaligus produktivitas pemanfaatan area komersial.
Berdasarkan data pengelolaan area komersial hotel jemaah haji Indonesia, nilai pendapatan mengalami peningkatan meski jumlah tenant dan unit usaha mengalami penyesuaian. Pada musim haji 1447 H/2026 M tercatat 44 tenant dengan 61 unit usaha, sedangkan pada musim sebelumnya terdapat 46 tenant dan 82 unit usaha.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, mengatakan optimalisasi area komersial tidak hanya berorientasi pada jumlah tenant. Menurutnya, fokus utama adalah efektivitas pemanfaatan area dan peningkatan produktivitas pengelolaan.
“Optimalisasi area komersial hotel jemaah haji diarahkan untuk menciptakan pengelolaan yang lebih produktif, efektif, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar,” ujarnya, pada Senin, 1 Juni 2026.
Jaenal menjelaskan penguatan tata kelola dilakukan melalui penataan tenant yang lebih optimal dengan mempertimbangkan kebutuhan jemaah, kualitas layanan, serta kontribusi terhadap penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah.
“Meskipun secara kuantitas tenant mengalami penurunan, hasil yang diperoleh justru meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan area komersial semakin optimal dan tepat sasaran,” katanya.
Dalam skema kerja sama tersebut, Kementerian Haji dan Umrah berperan sebagai regulator melalui penetapan tarif dasar, persetujuan titik lokasi, serta dukungan regulasi dan akses layanan. Sementara pengelolaan operasional area komersial dilakukan untuk memastikan pemanfaatan ruang berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat ekonomi yang maksimal.
Program area komersial musim haji 1447 H/2026 M menghadirkan 61 unit usaha yang terdiri atas 31 restoran dan 30 baqalah atau retail. Seluruh unit usaha tersebut tersebar di lima wilayah operasional, yakni Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Aziziyah.
Selain itu, terdapat dua unit usaha kargo yang mendukung layanan logistik dan pengiriman barang jemaah. Kehadiran berbagai jenis usaha tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan jemaah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi haji Indonesia di Arab Saudi.
Data per 11 Mei 2026 juga menunjukkan adanya perkembangan diversifikasi usaha. Jika pada musim sebelumnya hanya terdapat dua jenis usaha, maka pada musim haji 1447 H/2026 M berkembang menjadi lima jenis usaha yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kualitas layanan bagi jemaah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....