Dua Jemaah Haji Embarkasi Medan, Gagal Berangkat akibat Masalah Kesehatan

  • 06 Mei 2026 20:56 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Dua orang jemaah haji asal Sumatera Utara terpaksa dipulangkan ke daerah masing-masing setelah dinyatakan tidak layak terbang saat proses pemeriksaan kesehatan tahap akhir di Asrama Medan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah provinsi Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus pada Senin, 4 Mei 2026.

Zulkifli mengatakan dua jemaah yang berasal dari Tapanuli Selatan dan Tanjung Balai dipulangkan karena mengalami gangguan kesehatan serius. Satu orang menderita demensia, sementara satu lainnya mengalami gangguan perilaku yang berpotensi membahayakan.

"Ada dua jemaah yang terpaksa dipulangkan karena dinyatakan mengalami demensia, dan yang satu lagi juga mengalami gangguan perilaku sehingga bersikap agresif. Itu bisa mengganggu jemaah lain, apalagi nanti di pesawat,” kata Zulkifli.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting karena keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. Jika ditemukan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, maka jemaah tidak dapat diberangkatkan.

"Bagi jemaah yang ketika diperiksa kesehatannya tidak dinyatakan layak terbang, maka ada dua alternatif. Ditunda keberangkatannya untuk dirawat, atau dikembalikan ke daerah,” ujar Zulkifli.

Sementara itu, untuk jemaah yang sempat ditunda keberangkatannya, sebagian besar sudah diberangkatkan kembali setelah dinyatakan sehat. Saat ini, hanya tersisa dua orang yang akan dijadwalkan berangkat pada kloter selanjutnya.

"Sudah ada beberapa yang diberangkatkan kembali, tinggal dua orang lagi, nanti akan diberangkatkan di kloter 17 karena vaksinnya belum mencukupi sepuluh hari,” ucap Zulkifli.

Zulkifli memastikan proses pemberangkatan jemaah haji dari kloter awal hingga saat ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun, ia tetap mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan dan mematuhi aturan selama menjalankan ibadah haji.

"Ketika sudah diberangkatkan tetap mengikuti aturan, disiplin terhadap apa-apa yang sudah ditentukan oleh pemerintah melalui petugas-petugas kloter dan petugas yang ada di Arab Saudi. Jangan melakukan hal-hal yang dilarang, seperti mengambil foto atau membuat video di tempat-tempat suci yang sudah dilarang oleh pihak Arab Saudi," ujar Zulkifli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....