Kesehatan Jadi Penentu, Sejumlah Jemaah Haji Medan Dirujuk dan Ditunda Berangkat
- 30 Apr 2026 21:22 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan — Pemeriksaan kesehatan menjadi tahapan krusial dalam proses pemberangkatan jemaah haji di embarkasi Medan. Petugas memastikan setiap jemaah haji dalam kondisi fit sebelum dinyatakan layak terbang menuju Tanah Suci.
Kepala Bidang Kesehatan Embarkasi Haji Medan, dr. Rahmad Ramadhan Nasution, mengatakan terdapat sejumlah jemaah haji yang harus ditunda keberangkatannya akibat kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Selain itu, beberapa jemaah haji juga harus dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan karena mengalami gangguan kesehatan saat memasuki asrama haji.
“Semalam ada jemaah haji dengan saturasi oksigen rendah dan sesak napas, sehingga langsung kita rujuk ke rumah sakit. Dari beberapa yang dirawat, sebagian sudah kembali, namun masih ada satu yang tertahan,” ujarnya.
Rahmad menyebutkan, secara keseluruhan terdapat beberapa jemaah haji yang sempat dirawat di rumah sakit sebagai bagian dari upaya penanganan medis. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah haji benar-benar stabil sebelum diputuskan layak berangkat.
Dalam proses pemeriksaan, petugas kesehatan melakukan tahapan skrining ketat yang dimulai dari pengecekan status vaksinasi. Setiap jemaah haji wajib telah menerima vaksin meningitis, polio, dan Covid-19 sesuai ketentuan pemerintah.
Setelah itu, pemeriksaan dilanjutkan dengan pengecekan kondisi fisik seperti tekanan darah, suhu tubuh, serta riwayat penyakit. Data kesehatan sebelumnya dari puskesmas juga menjadi acuan penting dalam menentukan kelayakan jemaah haji.
“Jika ditemukan penyakit seperti hipertensi atau diabetes, maka akan kita cek kembali kondisinya. Bila tidak stabil, jemaah haji akan diobservasi hingga tekanan darah atau gula darahnya turun ke batas aman,” ujarnya.
Rahmad menjelaskan, untuk jemaah haji dengan kadar gula darah tinggi, petugas akan melakukan penanganan medis seperti pemberian insulin. Hal ini bertujuan agar kondisi jemaah haji dapat kembali stabil dan memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan udara.
Ia mengatakan, secara umum, pemeriksaan kesehatan bertujuan memastikan jemaah haji dalam kondisi aman selama penerbangan maupun saat menjalankan ibadah di Arab Saudi. Petugas juga mengantisipasi potensi risiko kesehatan yang dapat muncul selama perjalanan.
Selain itu, pemeriksaan khusus juga dilakukan terhadap jemaah haji perempuan usia subur melalui tes urin. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan jemaah haji tidak dalam kondisi hamil sebelum diberangkatkan.
“Tes urin dilakukan untuk memastikan tidak ada kehamilan, karena kondisi hamil berisiko saat penerbangan. Jika tidak sesuai ketentuan usia kehamilan, maka keberangkatan akan ditunda,” katanya.
Rahmad menambahkan, kehamilan di bawah rentang 14 hingga 16 minggu berpotensi menimbulkan risiko keguguran, dan di atas rentang 14 hingga 16 minggu berpotensi menimbulkan risiko kelahiran prematur. Oleh karena itu, ketentuan ini menjadi bagian penting dalam standar keselamatan penerbangan haji.
Melalui proses pemeriksaan yang ketat, Rahmad mengatakan Embarkasi Haji Medan memastikan seluruh jemaah haji yang berangkat benar-benar dalam kondisi sehat. Hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan dan kelancaran ibadah haji bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....