Kesehatan Jemaah Haji Kloter 3 Embarkasi Medan Stabil, Hanya Keluhan Ringan

  • 23 Apr 2026 23:30 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Kondisi kesehatan jemaah haji Kloter Ketiga Embarkasi Medan secara umum dalam keadaan baik, meskipun terdapat beberapa keluhan ringan yang muncul saat pemeriksaan awal di Asrama Haji Embarkasi Medan, pada Kamis, 23 April 2026. Petugas kesehatan memastikan tidak ada jemaah yang gagal berangkat akibat masalah kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Embarkasi Medan, dr. Rahmad Ramadhan Nasution, menjelaskan bahwa keluhan yang paling banyak dirasakan jemaah adalah pusing dan kurang tidur. Kondisi ini umumnya terjadi karena jadwal keberangkatan yang mengharuskan jemaah datang sejak pagi hari.

dr. Rahmad mengatakan, kebiasaan jemaah yang belum sempat beradaptasi dengan pola istirahat menjadi salah satu pemicu keluhan tersebut. Selain itu, beberapa jemaah juga diketahui terlambat sarapan karena harus segera memasuki asrama sesuai jadwal.

“Keluhannya paling pusing dan kurang tidur, karena mereka datang terlalu pagi. Ada juga yang belum sempat sarapan, meskipun sebenarnya sudah disiapkan roti,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Rahmad menyampaikan, tim kesehatan juga menemukan sejumlah kasus yang memerlukan observasi ringan. Di antaranya adalah jemaah dengan tekanan darah tinggi, diabetes melitus, hingga vertigo yang dipicu kelelahan.

Menurutnya, kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan dapat ditangani dengan cepat oleh tim medis di embarkasi. Para jemaah yang sempat diobservasi kini telah kembali ke kamar masing-masing setelah mendapatkan penanganan.

dr. Rahmad memastikan, hingga saat ini tidak ada jemaah yang dinyatakan gagal berangkat karena faktor kesehatan. Seluruh jemaah dinyatakan layak untuk melanjutkan proses pemberangkatan ke Tanah Suci.

“Insya Allah sampai sekarang tidak ada yang gagal berangkat, semuanya dalam kondisi sanggup menjalani ibadah haji,” ujarnya.

Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, jumlah jemaah Kloter Ketiga mencapai 359 orang. Dari jumlah tersebut, jemaah termuda berusia 17 tahun dan jemaah tertua berusia 83 tahun, berasal dari Medan, Pematang Siantar, Asahan, Deli Serdang, Langkat, Mandailing Natal, dan Simalungun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....