PPIH Medan Utamakan Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas

  • 20 Apr 2026 21:17 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan menyiapkan berbagai layanan optimal untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Fokus utama pelayanan diberikan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, serta perempuan sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Kemenhaj Sumut, Torang Rambe, menyampaikan seluruh petugas telah disiapkan secara maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah sejak di embarkasi hingga keberangkatan. Selain petugas utama PPIH, layanan juga didukung oleh tenaga pendukung yang bertugas di berbagai sektor pelayanan.

“Kami memastikan seluruh petugas memberikan layanan terbaik, khususnya bagi lansia, disabilitas, dan perempuan. Ini sebagai bagian dari komitmen haji ramah kelompok rentan,” ujarnya kepada RRI, Senin 20 April 2026.

Torang menjelaskan konsep pelayanan ramah lansia tidak hanya diterapkan di Indonesia, tetapi juga berlanjut hingga di Arab Saudi sebagai bagian dari kebijakan nasional. Bahkan, sejumlah kemudahan diberikan melalui skema tertentu yang tetap sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Torang menegaskan seluruh jemaah tetap menjalankan rukun dan wajib haji secara sah, meskipun mendapatkan kemudahan pelayanan. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada jemaah yang kehilangan keabsahan ibadahnya selama pelaksanaan haji.

“Tidak ada yang tidak terpenuhi dalam pelaksanaan ibadah haji, karena standar kita adalah memastikan seluruh jemaah menjalankan ibadahnya dengan sah dan sesuai ketentuan,” katanya.

Torang juga menjelaskan adanya skema dispensasi atau rukhsah seperti murur, tanazul, dan safari wukuf yang diperuntukkan bagi jemaah dengan kondisi tertentu. Skema ini diberikan untuk memudahkan tanpa mengurangi nilai ibadah yang dijalankan oleh jemaah.

Di sisi lain, pihaknya mengimbau keluarga jemaah agar tidak terlalu berlebihan dalam mengantar ke asrama haji. Pengantaran cukup dilakukan hingga pintu gerbang untuk menjaga ketertiban dan kelancaran proses penerimaan jemaah.

Torang memastikan seluruh jemaah akan mendapatkan pelayanan maksimal selama berada di asrama haji hingga keberangkatan. Pemerintah juga menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah sebagai bentuk tanggung jawab dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Kami mengimbau keluarga cukup mendoakan dan mempercayakan sepenuhnya kepada petugas, karena jemaah akan kami layani dengan sepenuh hati,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....