Jemaah Haji Sumut Masuk Asrama Mulai 21 April
- 20 Apr 2026 21:00 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Proses penerimaan jemaah haji asal Sumatera Utara (Sumut) di Asrama Haji Medan dijadwalkan mulai berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, dengan kloter pertama merupakan gabungan jemaah dari Kota Medan dan Binjai. Kedatangan jemaah dilakukan secara bertahap sesuai pembagian kelompok terbang yang telah ditetapkan sebelumnya oleh panitia penyelenggara.
Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Kemenhaj Sumut, Torang Rambe, menjelaskan jadwal kedatangan antarkloter pada tahun ini cukup berdekatan, karena adanya penyesuaian teknis dari pihak penyelenggara. Kondisi ini membuat sebagian jemaah, seperti kloter kedua asal Langkat, dijadwalkan tiba lebih awal pada dini hari sebelum keberangkatan kloter pertama.
“Untuk kloter pertama asal Medan dan Binjai akan masuk pada 21 April. Sementara kloter kedua dari Langkat sudah masuk pada dini hari, sehingga jadwalnya memang berdekatan karena ada perubahan,” ujarnya kepada RRI, Senin 20 April 2026.
Torang menambahkan seluruh jemaah yang tiba di Asrama Haji Medan akan langsung diarahkan menuju aula penerimaan tanpa adanya penundaan. Proses ini dilakukan agar tahapan administrasi dan persiapan keberangkatan dapat berjalan lebih efektif dan terorganisir.
Dalam proses penerimaan tersebut, Torang menjelaskan jemaah akan dilayani melalui sistem satu atap atau one stop service yang dipusatkan di Aula Jabal Nur. Melalui layanan ini, seluruh kebutuhan administrasi jemaah diselesaikan dalam satu lokasi untuk mempermudah dan mempercepat proses.
Jemaah akan menerima berbagai dokumen penting seperti paspor, gelang identitas, tiket pesawat, hingga biaya hidup selama di Tanah Suci. Selain itu, tahun ini jemaah juga akan mendapatkan kartu nusuk yang menjadi syarat utama untuk mengakses area ibadah di Arab Saudi.
Torang menyebutkan kartu nusuk menjadi salah satu inovasi penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini, karena diberlakukan secara ketat oleh otoritas Arab Saudi. Dengan adanya kartu tersebut, diharapkan mobilitas jemaah selama menjalankan ibadah dapat lebih tertib dan terpantau.
Selain itu, terdapat perubahan dalam proses pemberangkatan jemaah dari Bandara Kualanamu yang kini menggunakan garbarata. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jemaah dibandingkan dengan sistem sebelumnya yang melalui jalur kargo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....