Geng Motor WILIS Konvoi Bawa Sajam, Tiga Pelajar Diamankan Jatanras Polres Asahan

  • 30 Sep 2026 10:10 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Kisaran - Kelompok geng motor WILIS (Wiliem Iskandar) membuat onar di Jalan Setia Budi, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan pada Jumat 18 September 2026 lalu. Kelompok tersebut diketahui berkonvoi menggunakan sejumlah sepeda motor dan diduga membawa senjata tajam.

Aksi kelompok geng motor itu berujung pengeroyokan terhadap seorang warga yang berupaya membubarkan konvoi. Korban diduga menjadi sasaran amukan setelah salah seorang anggota geng motor tidak terima ditegur dan dibubarkan.

Dalam video amatir yang beredar, terlihat korban terlibat perkelahian dengan sejumlah anggota geng motor. Korban bahkan berhasil mengamankan seorang anggota kelompok tersebut yang masih berstatus pelajar dan mengenakan pakaian sekolah pramuka.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian wajah dan selanjutnya membuat laporan ke kantor polisi.

Menerima laporan adanya pengeroyokan yang diduga dilakukan kelompok geng motor, Tim Jatanras Satreskrim Polres Asahan langsung bergerak melakukan penyisiran ke lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpul kelompok tersebut.

Dari hasil penyisiran, polisi mengamankan tiga orang anggota geng motor WILIS yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap warga.

Ketiga remaja tersebut masing-masing berinisial AD (16), A (17), dan RS (16). Ketiganya masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar.

Kanit Jatanras Polres Asahan, Ipda Rafi Kurnia Putra, mengatakan, dari hasil pemeriksaan, petugas mendapatkan informasi mengenai keberadaan senjata tajam yang diduga digunakan kelompok tersebut.

"Tim Jatanras mengamankan tiga orang anggota geng motor WILIS, ketiganya masing-masing berinisial AD (16), A (17), dan RS (16). Mereka semua masih di bawah umur dan berstatus pelajar," ujar Ipda Rafi, Selasa, 22 September 2026.

Menurut Rafi, awalnya para remaja tersebut tidak mengakui memiliki atau menyimpan senjata tajam. Namun, setelah dilakukan interogasi, salah seorang anggota geng motor mengungkapkan bahwa senjata tajam disimpan di rumahnya.

Polisi kemudian mendatangi rumah tersebut bersama anggota geng motor yang telah diamankan. Dari lokasi, petugas menemukan dua senjata tajam jenis celurit yang disembunyikan di atas asbes rumah.

"Dari lokasi petugas menemukan dua senjata tajam jenis celurit yang disembunyikan di bagian atas asbes rumah. Kedua barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolres Asahan untuk proses penyelidikan lebih lanjut," kata Rafi.

Selain dua buah celurit, polisi juga mengamankan satu unit telepon seluler yang turut dijadikan barang bukti.

"Awalnya mereka ini tidak mengakui adanya senjata tajam. Setelah dilakukan interogasi mendalam, satu orang anggota geng motor mengatakan bahwa sajam mereka disimpan di rumah di atas asbes," ucap Rafi.

Polres Asahan mengimbau para remaja agar tidak terlibat dalam kelompok geng motor, tawuran maupun membawa senjata tajam yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat melalui Call Center Polri 110.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....