Pria Tewas usai Dituding Mencuri, Keluarga Lapor Polisi

  • 21 Jun 2026 14:15 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Asahan - Seorang pria bernama Dahlan Panjaitan (23), warga Marihat Mayang, Kabupaten Simalungun, meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan oleh sejumlah warga di Desa Silau Jawa, Kecamatan Buntu Pane Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada 4 Juni 2026 lalu. Kasus tersebut menjadi perhatian publik, setelah video yang memperlihatkan korban mengalami perlakuan kasar beredar luas di media sosial.

Dalam video amatir itu, korban terlihat sudah dalam kondisi tidak berdaya dan memohon agar tidak lagi dianiaya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu diduga dituduh melakukan pencurian oleh sejumlah warga setempat. Namun hingga kini belum ada putusan hukum yang menyatakan korban terbukti melakukan tindak pidana tersebut.

Kuasa hukum keluarga korban, Soleh Marpaung, bersama orang tua korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Asahan. Mereka meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus yang menyebabkan meninggalnya Dahlan Panjaitan.

Menurut pihak keluarga, korban diduga mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Dalam laporan yang disampaikan keluarga, korban disebut mengalami luka serius akibat penganiayaan tersebut.

Ibu korban, Masiatun Damanik, mengaku sangat terpukul atas meninggalnya anaknya. Ia mengatakan pertama kali mengetahui peristiwa tersebut setelah mendapat kabar dari kepala dusun, bahwa anaknya menjadi korban penganiayaan.

Setelah menerima informasi tersebut, keluarga segera menuju lokasi dan mendapati korban telah berada di puskesmas setempat dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian menjalani proses autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Setelah proses tersebut selesai, jenazah dibawa pulang ke rumah duka dan dimakamkan oleh pihak keluarga.

Diketahui sebelum kejadian, korban sedang berada di Desa Silau Jawa bersama sejumlah temannya. Namun dalam situasi yang masih didalami penyidik, korban dituduh melakukan pencurian dan selanjutnya menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah warga.

Peristiwa tersebut sempat dilaporkan ke Polsek Mandoge. Saat petugas tiba di lokasi, korban kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun saat mendapatkan penanganan, korban dinyatakan meninggal dunia. Polisi kemudian melakukan serangkaian tindakan penyelidikan, termasuk otopsi terhadap jenazah korban.

Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, menyatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh terkait kasus kematian tersebut. Polisi juga memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan.

"Kami akan melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku. Otopsi terhadap korban juga telah dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan," ujarnya, Sabtu 20 Juni 2026.

Sementara itu, keluarga korban berharap aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penganiayaan tersebut. Mereka meminta agar proses hukum berjalan secara adil sehingga seluruh pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....