Dampak Negatif Mobile Legends pada Anak
- 30 Sep 2026 21:28 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Mobile Legends adalah game online 5 lawan 5 yang dimainkan secara real-time bersama pemain lain.
Di dalam permainan Mobile Legends, anak memilih hero, bekerja sama dengan tim, dan berusaha mengalahkan tim lawan untuk memenangkan pertandingan.
Game ini terasa menarik bukan hanya karena memberi hiburan, tetapi juga ada kompetisi yang membuat anak sering merasa “tanggung” untuk berhenti bermain.
Karena bentuknya kompetitif dan melibatkan interaksi dengan pemain lain, wajar jika banyak orang tua bertanya, Mobile Legends untuk umur berapa?
Berdasarkan keterangan Google Play, pemain harus berusia minimal 12 tahun untuk bermain atau mengunduh Mobile Legends, sementara App Store menampilkan age rating 13+.
Karena itu, pendampingan orang tua tetap penting, terutama jika anak mulai bermain tanpa batasan.
Dampak Negatif Mobile Legends bagi Perkembangan Anak
Dampak Mobile Legends pada anak tidak selalu langsung terlihat.
Biasanya perubahan mulai muncul dari kebiasaan kecil seperti sulit berhenti bermain atau mudah kesal saat kalah.
Berikut beberapa dampak yang perlu diperhatikan agar bisa mengambil langkah lebih cepat:
1. Kecanduan Bermain Game
Kecanduan Mobile Legends bisa terlihat saat anak mulai sulit mengontrol durasi bermain meski sudah diingatkan.
WHO juga menjelaskan bahwa kebiasaan bermain game perlu diwaspadai jika game mulai lebih diprioritaskan dibanding aktivitas lain dan tetap dilakukan meski sudah menimbulkan dampak negatif.
2. Paparan Toxic Lingual
Mobile Legends memiliki fitur chat dan voice chat yang memungkinkan anak berkomunikasi dengan pemain lain.
Sayangnya, ruang ini juga bisa membuat anak terbiasa mendengar bahasa kasar yang kemudian ditiru dalam percakapan sehari-hari.
3. Anak Menjadi Mudah Marah dan Emosional
Game kompetitif bisa memicu emosi tinggi, terutama saat anak kalah atau disalahkan tim.
Jika belum terbiasa mengelola emosi, anak bisa melampiaskan kekesalan dengan respons yang berlebihan, seperti mengamuk dan melempar barang.
4. Penurunan Prestasi Akademik
Akibat sering main Mobile Legends, anak bisa mulai menunda tugas sekolah dan sulit fokus saat belajar.
Ini terjadi bukan karena anak tidak mampu mengikuti pelajaran, tetapi energi mental dan waktunya sudah banyak terserap untuk bermain.
5. Gangguan Tidur
Bermain terlalu lama, apalagi sebelum tidur, dapat membuat otak anak tetap aktif.
Anak bisa jadi masih kepikiran dengan permainan terakhirnya sehingga sulit benar-benar rileks sebelum tidur.
6. Kurang Aktivitas Fisik
Jika waktu bermain game terlalu dominan, anak kehilangan banyak waktu untuk aktivitas fisik yang penting bagi kesehatannya.
Padahal, WHO merekomendasikan anak dan remaja usia 5–17 tahun untuk melakukan minimal 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari.
7. Risiko Cyberbullying dalam Game
Cyberbullying bisa terjadi ketika anak mendapatkan komentar negatif dari pemain lain.
Walau terjadi di dunia online, pengalaman ini tetap bisa memengaruhi rasa percaya diri dan kondisi emosional anak.
8. Perkembangan Sosial Anak yang Terhambat
Meski ada interaksi dalam game tersebut tetapi tidak bisa menggantikan komunikasi sosial di dunia nyata.
Jika anak terlalu sering bermain sendiri dengan HP, kemampuan bersosialisasi langsung bisa jadi kurang terlatih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....