Tren Naik Gunung Dikalangan Milenial dan Gen Z
- 22 Jun 2025 21:32 WIB
- Medan
KBRN, Medan : Mendaki gunung bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup yang semakin digemari, terutama di kalangan milenial dan gen z. Meski melelahkan, menghabiskan waktu, dan membutuhkan biaya, hobi ini tak pernah kehilangan peminat. Bagi para pendaki, selalu ada alasan untuk kembali menaklukkan puncak.
Akhir pekan dan musim liburan menjadi waktu favorit untuk mendaki, baik bersama teman, pasangan, maupun keluarga. Tak heran, tren ini juga membuka peluang usaha di bidang peralatan outdoor seperti tenda, sepatu, jaket, tas carrier, hingga alat masak khusus pendakian.
Menariknya, fenomena mendaki gunung kini menjadi pelarian dari tekanan hidup dan rutinitas sehari-hari. Suasana sejuk, udara segar, dan keheningan di gunung sering dianggap sebagai ruang refleksi dan pencarian ketenangan batin.
“Di gunung, rasanya bisa lepas dari beban hidup. Alam seperti menyembuhkan,” ujar Camara, salah satu pendaki yang mengaku sering kembali ke Gunung Sibayak, Kabupaten Karo. “Gak pernah bosan sih ke sini,” tambahnya kepada RRI Medan. Sabtu (22/6/2025).
Selain untuk melepas stres, dorongan dari media sosial juga ikut memicu minat mendaki. Foto-foto indah di puncak gunung yang tersebar luas di internet kerap memunculkan rasa FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan anak muda. Mereka ingin merasakan pengalaman yang sama dan dianggap relevan dalam lingkaran sosialnya.
Mendaki juga menjadi ajang eksistensi, simbol pencapaian, dan cara menguji diri. Tak jarang, aktivitas ini menjadi bagian dari proses pencarian jati diri bagi anak muda, yang ingin mengenal batas kemampuan fisik dan mental mereka.
Gunung Sibayak di Kabupaten Karo menjadi salah satu destinasi favorit bagi pendaki pemula maupun yang sudah berpengalaman. Jalur yang relatif ramah, pemandangan yang menakjubkan, dan akses yang mudah membuat gunung ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....