Healing, Kegiatan Positif Bagi Kesehatan Mental dan Pariwisata
- 15 Mei 2025 10:36 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Healing bukan lagi istilah asing bagi anak muda masa kini. Kata ini bahkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di tengah kesibukan dan rutinitas pekerjaan yang semakin padat. Tak sekadar pelarian dari penat, healing kini dianggap sebagai kebutuhan. Namun, di balik itu, muncul realita bahwa aktivitas healing lebih sering menjadi bagian dari tren yang viral di media sosial, bukan semata bentuk perawatan diri.
Fenomena ini berkembang pesat di kalangan generasi Z. Liburan tak lagi identik dengan kemewahan atau belanja, melainkan berubah menjadi upaya mencari ketenangan batin lewat perjalanan ke alam terbuka. Pertanyaannya, apakah benar healing mampu menyembuhkan diri dari tekanan keseharian, atau sekadar mengikuti arus tren kekinian?
Tekanan dari dunia akademik, pekerjaan, hingga kehidupan digital yang serba cepat mendorong banyak anak muda mencari pelarian. Kegiatan seperti glamping, camping, dan staycation di desa wisata kini menjadi cara populer untuk rehat sejenak dari rutinitas. Selain menenangkan pikiran, kegiatan ini juga memberi mereka konten visual menarik yang bisa dibagikan di media sosial.
Data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan minat terhadap wisata berbasis alam naik sebesar 23% dalam dua tahun terakhir. Gen Z tercatat sebagai penyumbang terbesar dalam tren ini. Wisata alam tidak hanya mendukung kesehatan mental, tetapi juga memberi kontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk bagi UMKM dan sektor kreatif.
Ratna, penjual dimsum di kawasan wisata Puncak, mengungkapkan bahwa usahanya kini lebih ramai dikunjungi anak muda yang datang untuk healing.
“Mereka suka nongkrong lama sambil lihat pemandangan. Kadang beli dimsum, terus ngobrol sampai sore,” ujarnya.
Dea, seorang mahasiswa yang rutin staycation di pegunungan, juga mengungkapkan manfaat liburan di alam terbuka bagi dirinya.
“Di alam itu kayak bisa napas lega, nggak sepadat kota,” katanya.
Apapun alasannya, fenomena healing di kalangan Gen Z menunjukkan adanya kebutuhan akan jeda dari tekanan hidup. Baik sebagai bentuk perawatan diri maupun tren sosial, liburan ke alam tetap memberi dampak positif, baik untuk kesehatan mental maupun bagi pertumbuhan pariwisata lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....