Haruskah Nongkrong di Warung Kopi

  • 21 Apr 2024 10:27 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Kata nongkrong secara tidak langsung menjadi bagian yang sering kita dengar dikalangan anak muda maupun dewasa. Namun saat mendengar kata nongkrong kerap yang terlintas dalam pikiran adalah duduk di warung kopi atau coffee shop.

Kata nongkrong merujuk pada kegiatan santai berkumpul dengan teman atau keluarga, seringkali sambil menikmati minuman atau makanan. Tempat yang dapat dijadikan wahana nongkrong juga beragam dan tentunya saat ini semakin berkembangnya. Tempat-tempat nongkrong menjadi lebih kreatif dalam hal konsep arsitektur maupun jenis makanan dan minuman yang ditawarkan juga semakin beragam.

Dilansir dari www.intipseleb.com/gayahidup, Kamis (18/04/2024), asal kata nongkrong dapat ditelusuri dari Bahasa Jawa, memiliki arti duduk atau duduk–duduk tanpa tujuan tertentu. Kata ini umumnya digunakan untuk menggambarkan kegiatan berkumpul di tempat–tempat umum, seperti warung kopi, taman atau trotoar.

Warung kopi atau coffee shop menjadi pilihan utama saat seseorang ingin nongkrong. Bahkan, tidak jarang ketika ada teman, kerabat, ataupun rekan bisnis yang mengajak nongkrong, maka yang terlintas dalam pikiran adalah pergi ke warung kopi.

“Nongkrong itu ya di coffee shop, kalau tidak minum kopi sambil makan–makan ya nggak nongkrong namanya” kata Pilmon yang sering nongkrong bersama sahabatnya.

Tidak berbeda dengan Pilmon, Zidan juga memiliki pemikiran bahwa nongkrong selalu identik dengan duduk di warung kopi atau coffee shop. “Aku kalau nongkrong nggak selalu pesan kopi, sesuai selera aja, tapi ya itu duduknya selalu di warung kopi atau coffee shop” tutur Zidan.

Rizky Ari, yang bekerja menemui banyak orang, juga spendapat nongkrong sambil membicarakan pekerjaan dan bisni asyiknya di warung kopi.

"Tidak tau juga kenapa ya kalau denger kata nongkrong ya pasti di duduk warung kopi atau coffee shop gitu, walaupun aku sendiri juga nggak pernah minum kopi tapi sering nongkromg jumpa dengan klien,"

Aktivitas nongkrong menjadi kebiasaan untuk melepas penat yang murah dan efektif. Anggapan dunia perkopian sebagai wahan untuk saling bertukar pikiran serta berdiskusi mengenai berbagai hal dan kondisi sebagai permasalahn yang timbul dalam kehidupan menjadi pokok pembahasan yang menarik walau dilakukan setiap hari.

“Aku sering nongkrong sama teman–teman, ya di warung kopi pastilah, rasanya kurang pas aja kalau nggak di warung kopi, karena sukanya lama–lama dan banyak yang dibahas juga, jadi seru pastinya” kata Titi karyawati di perusahaan swasta.

Warung kopi atau coffee shop menjadi pilihan pertama dan bahkan terkesan identik saat disanding dengan kata nongkrong.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....