Duo indie pop asal Bandung Rilis Single Kedua Berjudul “Nadi"
- 05 Okt 2026 10:39 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - “Nadi” bercerita tentang bertahan dalam hubungan yang sebenarnya sudah menyakitkan karena belum mampu benar-benar pergi. Lagu ini terinspirasi dari cerita orang lain, tentang seseorang yang sudah tahu hubungan itu melukainya, tetapi tetap tidak sanggup melepaskan.
Judul “Nadi” dipilih sebagai metafora. Nadi adalah sesuatu yang sering tidak kita sadari keberadaannya, tetapi terus berdenyut dan menjadi bagian dari hidup. Begitu pula seseorang yang secara fisik mungkin sudah jauh, tetapi kehadirannya masih terasa di dalam diri.
Di dalam lirik, pendengar akan menemukan pertentangan yang disengaja antara apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakan. Sang tokoh berpikir lebih baik ia ditinggalkan saja, padahal di dalam dirinya ia belum siap kehilangan. Pada bagian bridge, gambaran bermain gitar atau menyanyikan lagu yang ringan menjadi cara seseorang menenangkan diri saat berusaha melepaskan sesuatu.
“Buat saya, ‘Nadi’ adalah cerita tentang seseorang yang sebenarnya sudah tahu bahwa dia terluka, tapi masih belum mampu melepaskan. Semoga lagu ini bisa menemani siapa pun yang pernah ada di posisi itu,” ujar Dorin, vokalis sekaligus penulis lagu Pintu Masuk.
Secara musikal, “Nadi” dibawakan dengan nuansa sad rock era 2000-an dalam tempo andante yang santai. Pintu Masuk sengaja menghadirkan rasa nostalgia dari musik era tersebut, terutama lewat aransemen dan karakter vokal.
“Menurut saya ‘Nadi’ punya suasana yang dekat dengan musik yang kami dengarkan waktu tumbuh besar. Mudah-mudahan ketika orang dengar, mereka bisa merasa dekat dengan ceritanya dan menikmati musiknya,” kata Naufal kepada rri.co.id dalam rilis yang diterima hari Jumat, 2 Oktober 2026.
Proses penulisan dimulai dari musik terlebih dahulu, baru kemudian Dorin menyusun lirik yang sesuai dengan suasana dan cerita. Lagunya sendiri ditulis dalam waktu cukup singkat, sementara proses produksi, terutama mixing dan mastering, memakan waktu sekitar empat bulan sebelum lagu dinyatakan siap rilis. Rekaman dikerjakan di Dago, Bandung, sedangkan mixing dan mastering ditangani oleh Samuel di Kopo, Bandung. Tantangan terbesar ada pada take vokal, karena lagu ini menuntut rasa yang sampai, bukan sekadar nada yang benar.
Pintu Masuk terbentuk secara organik pada Maret 2025 sebagai proyek solo Dorin, lalu berkembang menjadi duo bersama Naufal. Nama Pintu Masuk berasal dari nama Dorin: “Dor” dimaknai sebagai pintu dan “In” sebagai masuk. Harapannya, Pintu Masuk menjadi pintu bagi pendengar untuk menikmati musik mereka sekaligus menemani perasaan mereka.
Sepanjang 2025, Pintu Masuk telah tampil di D’Botanica Mall Bandung, Radio Play99ers Bandung, dan Kajati Cup Jawa Barat. Salah satu lagu mereka, “Dengarkanlah Aku”, telah mendapat lebih dari 17.000 stream di Spotify dan masuk ke sejumlah playlist pendengar.
“Nadi” dirilis secara independen. Pintu Masuk berharap lagu ini bisa mewakili perasaan banyak orang yang pernah mengalami hal serupa. “Nadi itu lagu tentang ingin pergi, tapi hati masih tertinggal,” ujar Dorin.
Ke depan, Pintu Masuk berencana merilis EP yang materinya sedang dipersiapkan. Mereka juga terbuka untuk kolaborasi dengan media, promotor, manajemen, maupun filmmaker, baik untuk live session, listening session, konten, maupun pembuatan video klip “Nadi” yang saat ini belum tersedia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....