Panggung The Kaldera Festival Tampilkan Pertunjukan Seni GSMS

  • 07 Sep 2026 18:59 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Toba – Panggung The Kaldera Festival di kawasan Toba Caldera Resort menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya Nusantara. Sejumlah siswa sekolah yang tergabung dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tampil membawakan beragam karya seni pada Sabtu, 5 September 2026.

Penampilan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi program GSMS Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT). Melalui musik, tari, koreografi, dan pertunjukan bertema sejarah serta nilai-nilai budaya Batak, para siswa dari sejumlah sekolah di kawasan Danau Toba menunjukkan hasil proses kreatif mereka di hadapan para tamu undangan dan pengunjung The Kaldera Festival.

SMP Swasta Budhi Dharma Balige menjadi salah satu peserta yang tampil membawakan Medley Nusantara. Pertunjukan tersebut merangkai sejumlah lagu, yakni Indonesia Pusaka, Cikcik Periuk, Rambadia, dan Yamko Rambe Yamko.

Sementara, SMP Negeri 2 Satu Atap Sibisa membawakan pertunjukan bertajuk “Kisah Pahlawan dari Tanah Batak” atau “UnTold Hero Story of Batak Land”. Pertunjukan itu mengangkat narasi kepahlawanan dari Tanah Batak dan menjadi medium bagi para siswa untuk mengenal serta menyampaikan kembali kisah-kisah sejarah dan nilai perjuangan melalui ekspresi seni.

Kekayaan musik Batak juga hadir melalui penampilan SMP Negeri 4 Laguboti yang membawakan Medley Batak. Sejumlah repertoar dirangkai dalam satu pertunjukan, yakni Singsingso, Opio, Sigulempong, Taradigadingding, dan Siksik Sibatumannikkam.

SMP Negeri 1 Palipi turut menampilkan karya seni melalui dua repertoar, Marmahan Horbo dan Hasadonni Roha. Dari Kabupaten Samosir, SMP Negeri 2 Simanindo tampil membawakan Sinanggar Tullo dan Tabola Bale.

Adapun SMP Negeri 1 Dolok Sanggul menghadirkan Koreografi Dalihan Natolu. Melalui karya koreografi tersebut, para siswa mengangkat nilai Dalihan Natolu, salah satu falsafah penting dalam kehidupan masyarakat Batak yang mengatur hubungan dan penghormatan dalam kehidupan sosial.

Plt Direktur Utama BPODT Arditama Nusantara Putra mengatakan, program GSMS memberikan ruang bagi siswa untuk kembali mengenal seni dan budaya yang hidup di lingkungan mereka.

“Melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah yang dibawa oleh Kementerian Kebudayaan, para siswa belajar mengenal kembali berbagai bentuk seni dan budaya yang hidup di sekitar mereka,” kata Arditama.

Menurut dia, pengenalan budaya kepada generasi muda perlu dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, kebudayaan tidak hanya dipahami sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sesuatu yang relevan dengan kehidupan generasi saat ini. "Kami dari Kementerian Pariwisata percaya, ketika generasi muda diberi kesempatan untuk mengenal budayanya dengan cara yang dekat dan relevan, mereka akan menemukan alasan untuk mencintai, merawat, dan membawanya lebih jauh,” ujar Arditama.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan, khususnya di kawasan Danau Toba yang memiliki kekayaan tradisi dan ekspresi budaya yang beragam.

Pemerintah daerah di kawasan Danau Toba turut memberikan dukungan melalui kehadiran perwakilannya. Mewakili Bupati Samosir, hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir Tetty Naibaho.

Mewakili Bupati Dairi, hadir Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga Dairi Iwan Taruna Berutu. Sementara mewakili Bupati Toba, hadir Sekretaris Dinas Pariwisata Toba Natalia Silitonga.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya mempertemukan pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata dalam satu ekosistem di kawasan Danau Toba.

Kehadiran GSMS di The Kaldera Festival menunjukkan bahwa pelestarian kebudayaan dapat dimulai dari ruang pendidikan dan pengalaman langsung para siswa. Sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas serta kecintaan terhadap budaya.

Melalui proses pendampingan dan latihan seni, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal, mempelajari, sekaligus mengekspresikan kekayaan budaya daerah melalui karya yang mereka tampilkan. Bagi kawasan Danau Toba, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya di tengah pengembangan sektor pariwisata.

Penampilan para peserta GSMS turut disaksikan sejumlah pejabat, pemangku kepentingan, serta tokoh yang bergerak di bidang kebudayaan dan pariwisata. Hadir Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan RI I Made Dharma Suteja, S.S., M.Si., serta Direktur Pengembangan Kebudayaan Digital Kementerian Kebudayaan RI Insani Abdirrohman, S.H., M.Si.

Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Yuda Pratiwi Setiawan, S.STP., M.SP., serta Wakil Direktur Politeknik Pariwisata Medan Kementerian Pariwisata RI Dr. Femy Dalimunte. Sejumlah perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan juga hadir, yakni Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kepulauan Bangka Belitung Ni Ketut Wardani Pradnya Dewi, S.S., M.A., Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara Sukronedi, S.Si., M.A., serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu Iskandar Mulia Siregar, S.Si., M.AP.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....