Sinda Ghania Rilis Single Baru Berjudul "WHAT IF I'M NEVER ENOUGH"
- 26 Agt 2026 19:28 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Setelah merilis ‘Bad Connection’ pada Juni 2026 lalu, Dinda Ghania kembali menyapa pendengarnya lewat single terbaru berjudul ‘What If I’m Never Enough’ yang dirilis pada Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB di seluruh platform musik digital. Momen perilisan ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan penampilan Dinda Ghania di Bloom Stage, LaLaLa Festival 2026, Jakarta, pada hari yang sama.
‘What If I’m Never Enough’ kembali diproduseri oleh Josh Cumbee, produser dan komposer asal Amerika Serikat yang sebelumnya turut menggarap ‘Bad Connection’. Portofolio Josh Cumbee tak main-main; ia tercatat pernah menulis dan/atau memproduksi lagu untuk sejumlah nama besar dunia seperti Madonna, Chris Brown, Kygo, Olivia Rodrigo, Sabrina Carpenter, Rita Ora, hingga TAEYEON, BoA, dan NCT.
Sementara, penulisan lirik lagu ini dikerjakan langsung oleh Dinda Ghania bersama penulis lirik Molly Ann. Proses kreatif ketiganya berlangsung di sebuah tempat di Bali, berangkat dari sesi mengobrol santai untuk menerjemahkan catatan-catatan personal yang selama ini disimpan Dinda menjadi sebuah lagu yang utuh.
Secara tematik, ‘What If I’m Never Enough’ mengangkat kegelisahan yang akrab dirasakan banyak anak muda, yaitu rasa tidak pernah merasa cukup baik, baik di mata orang lain maupun di mata diri sendiri. Lagu ini bermula dari pikiran-pikiran kecil yang muncul di tengah malam dan perlahan membesar menjadi ketakutan yang lebih dalam soal harga diri.
‘Ini lagu tentang gimana capeknya udah berusaha maksimal, tapi di kepala masih ada suara kecil yang nanya, bagaimana kalau aku belum bisa memenuhi ekspektasi mereka? Lagu ini aku bikin buat siapa pun yang suka overthinking soal worth diri sendiri,’ ujar Dinda Ghania dalam rilis yang diterima rri.co.id, Selasa, 25 Agustus 2026.
Meski berangkat dari kegelisahan, Dinda menegaskan lagu ini bukan sekadar keluhan.
‘Awalnya emang pertanyaan, terus jadi curhat pas ditulis, dan pas kelar baru berasa ada jawaban kecil di ujungnya. Aku pengen orang yang dengerin ngerasa, oh ternyata bukan cuma aku yang mikir gini,’ ucapnya.
Dari sisi musikalitas, ‘What If I’m Never Enough’ dibuka dengan balutan piano ballad yang intim, sebelum perlahan berkembang menjadi orkestrasi string bergaya old-Hollywood yang megah di bagian bridge. Pendekatan ini sengaja dipilih Josh Cumbee untuk menerjemahkan bagaimana satu pikiran kecil bisa membesar menjadi kecemasan yang terasa jauh lebih besar dari dirinya sendiri.
‘Kalau harus mendeskripsikan lagu ini dalam satu kata, aku akan bilang: haunting,’ ujar Josh Cumbee.
Ia menambahkan, lagu ini menjadi salah satu momen paling vulnerable dalam katalog Dinda Ghania sejauh ini karena sebagian besar lagu hanya dibawakan dengan vokal dan satu instrumen di awal, sebelum pelan-pelan membangun emosi menuju klimaks di penghujung lagu.
Dinda Ghania dijadwalkan tampil di Bloom Stage, LaLaLa Festival 2026, pada 22 Agustus 2026 pukul 17.05 WIB, dengan durasi penampilan sekitar 45 menit bersama format full band. Dalam kesempatan ini, Dinda akan membawakan ‘What If I’m Never Enough’ bersama single lainnya, ‘Freeloader’, menjadikan LaLaLa Festival sebagai salah satu momen paling awal single ini diperdengarkan langsung kepada publik.
‘LaLaLa Fest itu market yang tepat banget buat aku ngenalin lagu-lagu berlirik bahasa Inggris kayak gini ke audience yang emang udah connect sama genre ini. Aku pengen ngerasain momen penonton ikut nyanyi bareng walaupun lagunya baru rilis, itu bakal jadi bukti kalau ceritanya nyambung ke mereka juga,’ kata Dinda Ghania.
Sekadar diketahui, Dinda Ghania adalah penyanyi dan aktris muda asal Indonesia yang mulai dikenal publik sejak usia belia melalui karya-karya musik pop remaja yang relatable dan mudah diterima generasi muda.
Lahir di Jakarta pada 10 November 2009, Dinda Ghania memulai karier profesionalnya sekitar tahun 2020 dan dengan cepat menarik perhatian lewat lagu-lagu yang viral di media sosial, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam merilis karya musik setiap tahunnya.
Selain berkarier di dunia tarik suara, Dinda merambah seni peran melalui film Adagium (2023). Kombinasi bakat dan usia mudanya menjadikan Dinda Ghania salah satu talenta Gen Z menjanjikan yang terus berkembang di industri musik dan film Indonesia.
Sebelum ‘What If I’m Never Enough’, Dinda Ghania telah merilis sejumlah karya seperti ‘Bad Connection’ (2026), ‘Half of Me’, ‘Relung Hati’ feat. Yovie Widianto (2026), ‘Unfinished’ (2024), ‘Backseat Memories’ (2025), dan ‘Here’s To Us’ (2025), ‘Never True’ (2025), termasuk kolaborasi ‘Jangan Pernah Berubah’ feat. Melly Goeslaw (2025) serta versi akustik ‘Never True’ bersama Ariel NOAH.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....