Film Istimewa Angkat Kisah Nyata Perjuangan Ayah Merawat Enam Anak Disabilitas

  • 22 Agt 2026 11:05 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Asahan - Film "Istimewa" yang diangkat dari kisah nyata perjuangan seorang ayah dalam merawat anak-anak berkebutuhan khusus atau disabilitas, mendapat perhatian masyarakat, usai penayangannya di Bioskop Irian Kabupaten Asahan, Jumat 21 Agustus 2026. Film karya Ruben Adrian, pemilik Rumah Yayasan MENS sekaligus produser film Istimewa, menceritakan perjalanan dan perjuangannya dalam merawat lima ribu anak disabilitas yang diasuh di rumah yayasan tersebut.

Ruben mengatakan, seluruh cerita yang ditampilkan dalam film Istimewa merupakan gambaran perjuangan yang mereka jalani dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, film tersebut dibuat untuk menggugah kepedulian masyarakat agar tidak memandang anak-anak disabilitas sebelah mata.

“Kami merasa penting adanya film ini. Kami ingin menggugah kepedulian masyarakat bahwa anak disabilitas tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka harus diberikan kesempatan untuk berkarya,” ujar Ruben.

Ia berharap kehadiran film Istimewa dapat menumbuhkan semangat anak-anak disabilitas di seluruh Indonesia, agar terus percaya diri, berkarya dan menunjukkan kemampuan yang mereka miliki. Ruben menegaskan, film Istimewa bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak disabilitas, tetapi untuk seluruh masyarakat Indonesia dan dapat ditonton semua umur.

“Semoga dengan menonton film ini, kita lebih banyak bersyukur, agar bisa mencintai orang lain dan peduli terhadap orang lain tanpa perbedaan. Termasuk kepada anak-anak disabilitas,” katanya.

Dengan penuh haru, Ruben menyebut film tersebut dipersembahkannya untuk anak-anak disabilitas di seluruh Indonesia. Ia berharap setiap kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak asuhnya dapat menjadi doa dan kebaikan.

“Saya merasa hidup saya tidak lama lagi. Jadi setiap pelukan yang saya berikan kepada mereka, setiap suapan yang saya sampaikan kepada mereka, semoga bisa menjadi doa bagi mereka dan penolong saya,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu pemain film Istimewa, Yanni Melwani alias Kinan, berperan sebagai kakak asuh anak-anak disabilitas di rumah yayasan tersebut. Ia mengatakan proses pembuatan film tidak terlalu menemui tantangan berarti. Menurut Yanni, kedekatan mereka selama lima tahun membuat hubungan antara para pemain dengan anak-anak disabilitas sudah seperti kakak dan adik.

“Jadi saat pembuatan film kami seperti tidak berakting, tapi seperti kehidupan sehari-hari yang kami jalani. Justru tantangannya bersama para aktor-aktor senior,” ujarnya.

Yanni juga mengungkapkan suasana haru sangat terasa selama proses syuting. Tidak hanya para pemain, kru film juga ikut terbawa emosi, bahkan dalam sejumlah adegan yang seharusnya bernuansa komedi.

“Bahkan saat proses shooting, baik pemain maupun crew semua terharu. Saat scene komedi pun semuanya juga terharu,” katanya.

Film Istimewa diangkat dari kisah nyata Ruben Adrian, pemilik Yayasan MENS yang disebut memiliki sekitar 5.000 anak disabilitas yang tersebar di seluruh Indonesia. Film tersebut dijadwalkan tayang secara serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 17 September 2026.

Kehadiran film ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga membawa pesan tentang kasih sayang, kepedulian, kesetaraan serta kesempatan bagi anak-anak disabilitas untuk berkarya dan meraih masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....