Agnes dan Callysta Ajak Anak Muda Berani Kembangkan Potensi
- 14 Agt 2026 19:01 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Dua sosok muda berprestasi, Agnes Dwi Angeline Christy H. dan Callysta Berlian Gaprilia Hutabarat, berbagi cerita dan pengalaman dalam mengembangkan potensi diri saat hadir sebagai narasumber dalam program Sore Bercerita PRO 2 RRI Medan, Selasa (11/8/2026).
Mengusung tema “Youth in Action: From Local Pride to International Stage”, perbincangan yang berlangsung di Studio PRO 2 RRI Medan tersebut membahas pengalaman, prestasi, hingga kontribusi keduanya dalam mendorong anak muda untuk berani mencoba berbagai hal positif.
Agnes Dwi Angeline Christy H. yang merupakan 2nd Runner Up Miss Asianista International 2025 di Singapura sekaligus Founder VitalTalk, mengatakan ketertarikannya untuk aktif di berbagai bidang berawal dari keyakinan bahwa setiap orang memiliki lebih dari satu potensi.
Menurut Agnes, dirinya senang mencoba hal-hal baru, mulai dari musik, modeling, taekwondo, public speaking hingga basket.
“Selama ada kesempatan untuk berkembang, aku nggak mau takut mencoba,” ujar Agnes saat siaran.
Pengalamannya mengikuti ajang Miss Asianista International 2025 di Singapura juga menjadi salah satu momen yang paling berkesan. Selain dapat membawa nama Indonesia, Agnes mengaku mendapatkan pengalaman berharga karena bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.
Dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa kemampuan saja tidak cukup. Keberanian untuk tampil, kemampuan beradaptasi dan kepercayaan diri juga menjadi hal penting dalam menghadapi berbagai kesempatan.
Sebagai Founder VitalTalk, Agnes juga menaruh perhatian pada edukasi kesehatan bagi generasi muda. Ia menilai kesehatan masih kerap dianggap sepele, sehingga anak muda perlu mendapatkan informasi kesehatan yang benar dan mudah dipahami.
“ Aku ingin anak muda punya informasi kesehatan yang benar dan mudah dipahami, supaya mereka bisa mulai peduli sama kesehatan dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Di tengah kesibukannya menjalani berbagai aktivitas, Agnes mengaku menerapkan skala prioritas. Pendidikan tetap menjadi prioritas utama, kemudian diikuti kegiatan nonakademik. Ia juga berusaha membuat jadwal sejak jauh-jauh hari dan tetap menyediakan waktu untuk beristirahat.
Sementara itu, Callysta Berlian Gaprilia Hutabarat yang menyandang gelar Putri Anak Indonesia Pariwisata Sumatera Utara 2026, mengungkapkan keikutsertaannya dalam ajang tersebut menjadi wadah untuk mengembangkan potensi diri, menambah pengalaman serta memperluas pertemanan.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Callysta adalah ketika turun langsung mempromosikan pariwisata Sumatera Utara. Ia berkesempatan bertemu dengan banyak orang sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin bangga terhadap destinasi wisata di Sumatera Utara, termasuk kawasan Danau Toba.
Menurut Callysta, wisata alam dan kuliner menjadi dua potensi pariwisata Sumatera Utara yang menarik untuk diperkenalkan kepada anak muda.
Ia menyebut sejumlah destinasi seperti Danau Toba dan Pulau Samosir untuk menikmati matahari terbit maupun terbenam, serta Gunung Sibayak yang cocok bagi anak muda yang menyukai aktivitas luar ruang.
Selain itu, kekayaan kuliner Sumatera Utara seperti bika ambon dan bolu meranti juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri, ditambah berbagai tempat nongkrong dengan kopi khas daerah seperti Sidikalang.
Ke depan, Callysta berencana mengunjungi secara langsung berbagai destinasi wisata serta tempat produksi karya daerah di Sumatera Utara untuk kemudian diperkenalkan melalui media sosialnya.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang bangga terhadap kekayaan wisata dan karya lokal Sumatera Utara.
“Mari bersama cinta wisata lokal Sumut,” ajaknya.
Baik Agnes maupun Callysta sama-sama mendorong generasi muda agar tidak takut memulai sesuatu. Keduanya menilai kegagalan dan kesalahan merupakan bagian dari proses untuk belajar dan berkembang.
“Jangan tunggu sampai merasa benar-benar siap untuk mulai. Kadang rasa percaya diri itu justru muncul setelah kita berani mencoba,” pesan Agnes.
Senada, Callysta mengajak teman-teman seusianya untuk terus menggali bakat dan kemampuan yang dimiliki.
“Jangan takut salah dan jangan takut memulai. Setiap orang punya potensi dan bakat masing-masing. Jangan tunggu sampai kita siap, karena kita jadi siap karena kita berani mencoba,” tuturnya.
Melalui pengalaman dan aksi yang mereka lakukan, Agnes dan Callysta berharap semakin banyak anak muda Sumatera Utara yang berani mengeksplorasi potensi diri, berkarya, serta membawa kebanggaan lokal ke tingkat yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....