Gabriel Prince & Naomi Ivo Hadirkan "Berdebu Memori"

  • 31 Jul 2026 23:07 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Sebuah Lagu Tentang Keberanian untuk Kembali pada Hal-Hal yang Belum Benar-Benar Selesai "Kadang yang paling sulit bukan melupakan seseorang. Tapi memberanikan diri untuk kembali." Ada pesan yang tidak pernah terkirim. Ada nama yang masih tersimpan di daftar kontak, meski sudah lama tidak dihubungi.

Ada tempat yang sengaja dihindari karena terlalu banyak kenangan. Ada hubungan yang tidak berakhir karena hilangnya rasa, melainkan karena dua orang yang sama-sama memilih diam. Dan ada bagian dari diri kita yang diam-diam masih berharap, seandainya waktu memberi kesempatan kedua.

dalam rilisnya yang diterima rri.co.id, bahwa dari ruang-ruang sunyi itulah, Gabriel Prince dan Naomi Ivo mempersembahkan single terbaru mereka, "Berdebu Memori"—sebuah lagu yang bukan sekadar berbicara tentang patah hati, tetapi tentang keberanian untuk menghadapi perasaan yang belum benar-benar selesai. Di tengah banyaknya lagu tentang move on, toxic relationship, atau belajar melepaskan, Berdebu Memori hadir membawa perspektif yang terasa lebih jujur dan dekat dengan kehidupan banyak orang:

Tentang hubungan yang tidak pernah benar-benar hilang. Tentang rasa yang tertutup oleh waktu, ego, kesibukan, dan ketakutan untuk memulai kembali. Tentang dua orang yang sebenarnya masih peduli, tetapi tidak tahu harus memulai dari mana.

"Yang berdebu bukan kenangannya. Hanya waktu yang terlalu lama membuat kita tidak berani menyentuhnya lagi."

Melalui lirik yang sederhana namun menyentuh, Gabriel Prince dan Naomi Ivo mengajak pendengar menyusuri perjalanan dua orang yang pernah saling menemukan, sempat kehilangan arah, lalu mencoba mencari jalan pulang.

Lagu ini dibuka dengan pengakuan yang terasa sangat akrab. Kisah yang mungkin pernah dialami siapa pun. Bertemu tanpa rencana. Tumbuh bersama tanpa sadar. Saling memahami perlahan. Lalu suatu hari, tanpa benar-benar tahu kapan semuanya berubah, hubungan itu menjadi sunyi. Tidak ada pengkhianatan besar. Tidak ada pertengkaran dramatis. Tidak ada sosok antagonis. Hanya dua orang yang perlahan kehilangan koneksi. Dan justru karena kesederhanaannya, kisah dalam Berdebu Memori terasa begitu dekat.

Bagi sebagian orang, lagu ini mungkin mengingatkan pada seseorang yang pernah hadir dan pergi. Bagi yang lain, lagu ini bisa menjadi cermin tentang versi diri yang pernah hilang bersama sebuah hubungan. Karena terkadang, yang kita rindukan bukan hanya seseorang. Tetapi diri kita sendiri saat bersama mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....