Lagu Baru 'Biru Pink' Methosa feat Rina Nose Sindir Gaya Hidup

  • 21 Jun 2026 21:31 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Grup musik Methosa kembali menggebrak industri musik tanah air lewat perilisan single terbaru mereka yang berjudul “Biru Pink”. Mengusung genre hip-hop yang sangat kental, lagu ini hadir sebagai sebuah karya satir yang membedah secara tajam bagaimana hubungan manusia modern dengan uang di tengah impitan ekonomi saat ini.

Tampil dengan formasi teranyar yang kini menyisakan tiga personel, yaitu Mansen Munthe (Vokal), Raden Agung (Synthesizer), dan Dami Mahardiwana (Gitar), Methosa membawa kejutan dalam proyek ini. Tidak tanggung-tanggung, mereka menggandeng figur multitalenta Rina Nose sebagai rekan kolaborasi untuk memberikan warna baru yang segar.

Kolaborasi ini melahirkan sebuah karya yang eksplosif dan penuh warna. "Melalui sinergi dengan Rina Nose, kami berhasil mengemas 'Biru Pink' dengan energi yang unik, teatrikal, dan liar, tetapi di sisi lain tetap terasa sangat dekat dengan realitas sehari-hari masyarakat Indonesia," ujar Methosa.

Secara musikalitas, lagu ini dibalut dengan lirik yang repetitif, agresif, dan terdengar kuat seperti chant massa. Methosa secara blak-blakan menggambarkan realitas sosial yang jamak ditemui, mulai dari dunia pendidikan yang kalah oleh privilege, panggung politik yang digerakkan modal, hukum yang bisa dibungkam, budaya konsumtif, lilitan utang, hingga obsesi buta untuk terlihat sukses.

Salah satu sorotan utama dalam lagu ini terletak pada bagian penutup refrainnya yang menggunakan metafora kuat. "Kalimat ‘Aku segel mulut kamu pakai biru-biru pink’ di akhir bagian reff merupakan sebuah simbol penegasan. Itu menjadi potret bagaimana uang sering kali mampu membeli diam, menghapus suara, dan mengendalikan arah keputusan manusia," lanjut Methosa.

Di balik nadanya yang terdengar sangat catchy dan adiktif, "Biru Pink" justru menyimpan kritik sosial yang menghunjam dalam. Lagu ini menyoroti fenomena masyarakat modern yang sangat konsumtif dan terus-menerus mengejar validasi sosial agar dianggap berhasil, meskipun di balik layar mereka diam-diam sedang tenggelam dalam masalah finansial maupun mental.

Di zaman yang serba modern ini, kesanggupan finansial memang kerap kali menjadi faktor utama yang menentukan strata sosial seseorang. Methosa menilai saat ini penghargaan atas nama kemanusiaan murni sudah mulai terkikis, digantikan oleh ukuran-ukuran artifisial yang sengaja diciptakan untuk mengkotak-kotakkan manusia ke dalam golongan mampu dan tidak mampu.

Menariknya, lagu ini tidak hadir untuk menggurui pendengar, melainkan memilih pendekatan satir dan penuh ironi agar masyarakat bisa menafsirkan sendiri pesan di baliknya. lagu ini menjadi refleksi tajam mengenai fenomena masyarakat yang semakin ambisius menghalalkan segala cara demi berburu lembaran "Biru Pink".

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....