Rico Waas Apresiasi Film Samudera, Bukti Potensi Sineas Medan

  • 05 Jun 2026 08:26 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memberikan apresiasi terhadap peluncuran film terbaru berjudul "Samudera". Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Gala Primer Film Samudera di Sun Plaza Medan, Rabu 3 Juni 2026.

Menurut Rico, kehadiran film Samudera membuktikan bahwa ekosistem kreatif di Kota Medan, khususnya dalam industri perfilman, memiliki potensi yang sangat besar dan mampu mandiri secara produksi.

"Yang menjadi kesan kita semuanya adalah film ini diproduksi di Kota Medan, dibuat oleh anak Kota Medan, aktornya orang Kota Medan sendiri, dan finishing-nya semuanya di Kota Medan. Artinya, ini milik kita bersama, miliknya Kota Medan," ujarnya.

Rico juga secara khusus melayangkan pujian kepada Dewi Budiarti, sang produser film Samudera. Ia menilai dedikasi serta semangat juang sang produser menjadi ruh utama di balik terwujudnya karya sinematik lokal yang solid ini.

Lebih lanjut, Rico menyampaikan Samudera membawa narasi yang sangat dekat dengan realita kehidupan lokal. Cerita dalam film ini berfokus pada dinamika kehidupan masyarakat di kawasan pesisir, tepatnya di ujung utara Kota Medan, yang kerap diwarnai dengan berbagai kompleksitas permasalahan sosial.

Menurutnya, film Samudera merupakan sebuah trigger atau pemantik yang sangat kuat. Ia optimis karya ini akan menginspirasi calon-calon sineas baru di Kota Medan untuk tidak ragu mengeksplorasi dan mengangkat kekayaan cerita lokal ke layar lebar. Medan, menurut Rico, adalah gudang cerita yang tidak akan pernah habis untuk digali.

"Ternyata Kota Medan itu punya banyak sekali cerita. Yang kita saksikan tadi barulah satu bagian kecil cerita saja. Jika kita berkeliling Kota Medan, masih banyak cerita-cerita lain yang sangat layak diangkat," ucapnya.

Rico berharap momentum ini menjadi langkah awal (starting point) yang konsisten bagi perkembangan industri seni secara luas di Medan. Ia menaruh harapan besar agar di masa depan, Kota Medan tidak hanya dikenal lewat film-film lokal berkualitas tinggi, melainkan juga karya-karya musik industri yang lahir dari rahim talenta asli daerah.

Sutradara film, Egi Fauzi Fahreza mengungkapkan film Samudera bukan sekadar hiburan visual. Film ini membawa misi besar untuk menyuarakan isu kerusakan lingkungan pesisir, sekaligus melestarikan kebudayaan lokal Melayu Sumatera Utara yang autentik.

Menurutnya, salah satu fokus utama yang diangkat dalam film "Samudera" adalah kerusakan ekosistem laut akibat ulah manusia. Ide ini lahir dari keprihatinannya setelah menyaksikan langsung kehancuran terumbu karang di kawasan Mandailing Natal.

"Kami menyaksikan sendiri terumbu karang yang luasnya berhektar-hektar hancur akibat keserakahan manusia yang menggunakan pukat trawl. Padahal, terumbu karang adalah rumah bagi bibit-bibit ikan," ujarnya

Selain isu alam, menurutnya film ini didedikasikan sebagai media sosialisasi bagi kepemudaan. Melalui alur ceritanya, Samudera menyelipkan pesan kuat agar para pemuda menjauhi narkoba, memperbaiki akhlak, dan kembali fokus membangun kampung halaman mereka masing-masing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....