“Elegi Selembar Dinding” Angkat Isu Kekerasan terhadap Perempuan
- 21 Mei 2026 10:57 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Pementasan teater “Elegi Selembar Dinding” mendapat apresiasi dari pegiat sastra dan seni di Kota Medan. Pertunjukan tersebut dinilai tidak hanya menghadirkan kekuatan artistik di atas panggung, tetapi juga mengangkat realitas sosial tentang kekerasan terhadap perempuan yang masih sering terjadi di sekitar masyarakat.
Salah seorang penonton sekaligus pegiat sastra, Eka Dalanta memberikan apresiasi kepada penulis naskah, Bdj Siregar, atas terbitnya buku kumpulan naskah drama yang dinilai memberi warna baru bagi perkembangan sastra di Sumatera Utara.
“Di Sumatera Utara sendiri, dalam beberapa tahun terakhir penerbitan buku naskah drama masih jarang. Jadi ini menjadi satu apresiasi dan memberi warna bagi sastra Indonesia,” ujarnya usai pementasan.
Ia menjelaskan, cerita dalam “Elegi Selembar Dinding” mengangkat persoalan kekerasan terhadap perempuan, khususnya yang dialami pekerja seks komersial. Menurutnya, tema tersebut dekat dengan realitas kehidupan masyarakat dan menjadi pengingat bagi penonton bahwa kasus kekerasan masih banyak terjadi di lingkungan sekitar.
“Penulis mengangkat satu realitas yang memang ada di sekitar kita. Ini menjadi gambaran sekaligus pengingat kepada penonton tentang banyaknya kasus kekerasan yang terjadi,” katanya.
Selain isi cerita, unsur artistik pementasan juga dinilai berhasil membangun suasana emosional di atas panggung. Penggunaan properti dan tata visual disebut mampu memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam naskah.
“Ada beberapa bagian yang menurutku sangat menarik secara artistik. Properti yang digunakan terasa all out, termasuk adegan-adegan ketika pemain tampil dalam komposisi tertentu di atas panggung,” ungkapnya.
Pementasan tersebut menjadi salah satu upaya seniman teater di Medan untuk terus menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan kritik sosial dan refleksi kemanusiaan kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....