Philia Band, Salah Satu Band Medan yang Punya Karekter Kuat
- 14 Mei 2026 18:57 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Program Sore Ceria Music Preneur PRO 2 RRI Medan kedatangan tiga personel Philia Band, yakni Aron (vokal), Dhian (bass), dan Nanda (gitar), Selasa (14/5/2026). Meski formasi lengkap belum hadir, ketiganya tetap membawa energi hangat dan karakter kuat yang menjadi identitas Philia.
Philia Band, yang berasal dari Medan, dikenal dengan musik pop alternative, modern rock, hingga nuansa emosional ala era 2000-an. Nama “Philia” yang berarti kasih dan persaudaraan menggambarkan perjalanan mereka yang dibangun dari loyalitas dan persahabatan sejak band ini digagas oleh Radhian Syuhada dan Hendra “Pippo” Saputra sebagai executive producer.
Dalam perbincangan, Aron menceritakan bagaimana Philia ingin menghadirkan musik yang dekat dengan pendengar.
“Musik bukan cuma soal didengar, tapi bagaimana seseorang merasa dimengerti. Itu yang ingin kami jaga,” ujar Aron.
Ia menambahkan bahwa setiap karya Philia selalu lahir dari cerita hidup yang nyata, baik tentang cinta, kehilangan, maupun perjuangan.
Dhian menguraikan kisah emosional di balik lagu pertama mereka, “Cinta Mati”, satu-satunya karya yang sudah resmi dirilis Philia.
Menurutnya, lagu itu tercipta dari pengalaman emosional yang dalam.
“‘Cinta Mati’ lahir dari rasa tersakiti dan luka yang nggak sempat terucap. Tentang seseorang yang dikhianati, padahal cintanya sudah habis, tapi jejak lukanya masih tinggal,” kata Dhian.
Ia menjelaskan bahwa liriknya ditulis untuk menemani orang-orang yang sedang patah hati.
“Kami mau lagu ini jadi teman di malam-malam sepi, saat kenangan datang tanpa permisi. Semoga bisa menemani yang sedang kecewa atau merindukan seseorang yang pernah berarti,” tambahnya.
Lagu “Cinta Mati” hadir dalam dua versi di YouTube: Official Lyrics Video (18 April 2026) dan Official Music Video (19 April 2026), melalui kanal Philia Band Official (@PhiliabandOfficial). Gitaris Philia, Nanda, juga menambahkan bahwa kekuatan band ini ada pada hubungan antaranggota.
“Philia dibangun dari persahabatan, dan itu kerasa banget tiap kali kami latihan atau manggung. Energi itu yang ingin kami bawa ke karya-karya berikutnya,” ucapnya.
Ia berharap kehadiran Philia dapat menjadi warna baru dalam musik Medan dan Indonesia.
“Kami ingin tetap independen, tapi berani melangkah lebih jauh tanpa kehilangan identitas,” tambah Nanda.
Obrolan ditutup dengan penampilan akustik yang menghadirkan suasana intim dan emosional khas Philia. Ketiganya sepakat bahwa perjalanan mereka masih panjang dan penuh tantangan, namun mereka berkomitmen menjaga kualitas musik, karya, dan kedekatan dengan pendengar.
Kehadiran mereka di studio PRO 2 tak hanya memperkenalkan karya perdana, tetapi juga menunjukkan semangat musisi independen Medan yang siap berkembang dan memperluas jangkauan karyanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....