Produser Indonesia-Australia Bawa Film Horor Indonesia ke Cannes

  • 13 Mei 2026 22:26 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Produser Indonesia-Australia, Intan Kieflie, membawa sejumlah proyek film horor Indonesia ke ajang Cannes Film Market (Pasar Film Cannes) melalui perusahaannya, Kraken Entertainment dan Anak Negeri Films. Salah satu proyek utama yang diperkenalkan adalah film “Ibu: Mother of the Lost” yang saat ini masih dalam tahap pra-produksi.

Dilansir dari Variety, film horor dwibahasa tersebut melibatkan sejumlah aktor ternama seperti Yayan Ruhian dan Christine Hakim. Selain “Ibu”, Intan juga membawa proyek film “Sukma” karya Baim Wong serta “Ritual Gaib: Nyai Randasura”.

Dalam keterangannya, Intan Kieflie menegaskan kehadirannya di Cannes bukan hanya untuk memasarkan satu film, tetapi juga membuka jalan bagi perfilman genre Indonesia agar lebih dikenal di pasar internasional.

“Ini bukan hanya tentang menjual satu film. Ini tentang membangun jalur. Produser Indonesia memiliki cerita yang kuat, tetapi pasar internasional perlu memahami cara membaca cerita tersebut, bagaimana menempatkannya, dan ke mana cerita itu bisa dibawa,” ujar Intan Kieflie.

Film “Ibu” menceritakan tentang seorang ibu bernama Dewi yang tengah berduka dan memilih tinggal di sebuah rumah tua di tepi danau untuk dijadikan panti asuhan. Namun, ia justru menemukan dua anak yang telah meninggal masih tinggal di rumah tersebut dan memanggilnya “Ibu”.

Proyek ini dikembangkan dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, serta dibawa ke Cannes untuk mencari kerja sama produksi, investasi, hingga mitra distribusi internasional.

Intan mengatakan film “Ibu” tidak hanya menghadirkan unsur ketakutan, tetapi juga sisi emosional yang kuat bagi penonton.

“Melalui ‘Ibu’, kami membangun film horor yang bukan hanya menakut-nakuti penonton. Film ini terlebih dahulu menghancurkan hati penonton, lalu membiarkan rasa horor tumbuh dari luka itu,” katanya.

Sementara itu, “Ritual Gaib: Nyai Randasura” menjadi bagian dari waralaba “The Black Ritual Universe” yang dikembangkan dalam berbagai format, mulai dari film, buku, video podcast, hingga dokumenter.

Intan Kieflie juga menilai Indonesia memiliki kekayaan cerita lokal yang besar untuk diperkenalkan ke dunia internasional.

“Indonesia tidak kekurangan cerita. Setiap pulau memiliki ketakutan, ritual, hantu, dan kebenaran emosionalnya sendiri,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....