Dua Lagu Baru Maudy Ayunda & Aksi Nekat Angga di Film Para Perasuk
- 04 Mei 2026 08:41 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Rekata Studio bersama Trinity Optima Production resmi merilis lirik video untuk lagu "Aku yang Engkau Cari" serta memperkenalkan single terbaru "Di Tepi Lamunan". Kedua lagu yang dibawakan oleh Maudy Ayunda ini merupakan original soundtrack (OST) resmi untuk film terbaru karya sutradara Wregas Bhanuteja, Para Perasuk. Menariknya, Maudy Ayunda tampil dengan gaya vokal yang berbeda demi merepresentasikan perjalanan emosional karakter utama film tersebut.
Penciptaan lagu "Aku yang Engkau Cari" lahir dari pengalaman Maudy Ayunda saat berada di lokasi syuting. Ditulis bersama Lafa Pratomo, lagu ini dirancang untuk menyimpan kegelisahan yang dalam di balik ketenangan melodinya. Mengenai proses kreatif yang tidak biasa ini, Maudy Ayunda mengungkapkan, “Prosesnya sangat intuitif. Tidak pakai logika naratif biasa, namun menggunakan rasa. Ini proyek pertama baik secara film dan penggarapan lagu yang prosesnya sangat membebaskan aku.”
Sutradara Wregas Bhanuteja menjelaskan bahwa musik dan film ini membawa pesan mendalam tentang penerimaan diri dan perdamaian dengan masa lalu. Ia ingin menjauh dari tren cerita balas dendam yang marak di industri perfilman saat ini. “Saya merasa dunia kita saat ini sudah terlalu penuh dengan cerita balas dendam dan amarah. Saya ingin menawarkan sesuatu yang berbeda, yakni berdamai, saling berpelukan, menerima masa lalu, dan move on,” ujar Wregas mengenai esensi dari film Para Perasuk.
Film ini berfokus pada karakter Bayu, seorang perasuk di Desa Latas yang bertugas membantu para ‘pelamun’ mencapai fase kerasukan dalam Pesta Sambetan. Karakter Bayu yang diperankan oleh Angga Yunanda menggunakan alat musik slompret untuk menciptakan alam fantasi bagi mereka yang mencari kesenangan melalui kerasukan. Peran ini menuntut dedikasi fisik yang tinggi dari Angga, termasuk melakukan teknik-teknik yang tidak lazim selama proses produksi.
Angga Yunanda mengaku bahwa memerankan Bayu adalah salah satu tantangan terberat dalam karier aktingnya, terutama secara teknis. Ia harus melakukan adegan fisik yang cukup berisiko demi mendapatkan visual yang autentik. “Di film Para Perasuk, aku berusaha menghadapi tantangan baru yang cukup berat. Salah satunya adalah proses teknis bertapa dengan digantung secara terbalik, dan itu bikin kepalaku berat,” ungkap Angga mengenai pengalamannya di lokasi syuting.
Dalam perjalanannya, Bayu bertemu dengan Laksmi, karakter yang diperankan oleh Maudy Ayunda, seorang wanita dari Jakarta yang datang ke Desa Latas untuk menyembuhkan trauma masa lalunya. Maudy menjelaskan bahwa bagi Laksmi, kerasukan adalah metode healing yang ekstrem namun diperlukan. “Laksmi adalah karakter yang ingin lepas dari trauma masa lalunya. Tentunya banyak dari kita yang memiliki trauma masa lalu dan berusaha untuk melepasnya agar bisa melangkah ke depan,” tambah Maudy yang juga harus beradegan memakan dedaunan dan bunga mentah di film ini.
Selain deretan aktor muda, film ini juga melibatkan penyanyi internasional Anggun yang memerankan karakter Guru Asri, seorang sosok tegas dan berwibawa. Anggun mengakui bahwa dunia seni peran memberikan tantangan yang sangat berbeda dibandingkan karier musik yang telah ia jalani selama dua dekade. “Di panggung, kita cukup menyanyi sekali, tapi kalau adegan untuk film, itu harus diulang berkali-kali. Ada salah satu scene di mana aku mewawancarai Bayu yang ingin menjadi pemimpin dari para perasuk, bikin aku nangis,” tutur Anggun.
Setelah sukses melakukan world premiere di Sundance Film Festival 2026, Para Perasuk kini bersiap berkompetisi di berbagai festival internasional seperti Miami Film Festival, Fantaspoa Brasil, hingga MOOOV Belgia. Prestasi di kancah global ini menjadi pembuka jalan sebelum film ini resmi menyapa penonton di bioskop seluruh Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....