Ariel NOAH Hidupkan Kembali Memori Dilan Melalui Film dan Lagu Terbaru
- 02 Mei 2026 08:13 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Industri hiburan tanah air kembali diguncang dengan kolaborasi epik antara musik dan sinema. Ariel NOAH resmi merilis lagu bertajuk “Dulu Kita Masih Remaja” pada April 2026, yang didapuk menjadi official soundtrack untuk film terbaru berjudul “Dilan ITB 1997”. Proyek ini terasa istimewa karena Ariel mengambil peran ganda yang menantang, yakni sebagai pengisi lagu tema sekaligus pemeran utama karakter ikonik Dilan.
Keterlibatan Ariel di dua sisi ini dianggap sebagai langkah besar untuk memperkuat keterikatan emosional antara melodi dan narasi film. Ariel mengaku bahwa mendalami karakter Dilan memberikan perspektif baru saat ia menyanyikan liriknya. "Memerankan Dilan sekaligus menyanyikan suaranya adalah perjalanan emosional yang luar biasa bagi saya. Saya ingin pendengar tidak hanya mendengar lagu, tapi juga merasakan detak jantung dari cerita Dilan di masa dewasanya," ungkap Ariel di sela-sela peluncuran film.
Lagu ini merupakan buah karya dari Pidi Baiq, sang maestro di balik semesta Dilan. Dengan sentuhan komposisi yang matang, lagu ini menghadirkan nuansa nostalgia yang kental, selaras dengan benang merah cerita filmnya. Produksi musik yang ditangani oleh Andre Dinuth berhasil membungkus kerinduan masa muda dalam aransemen yang menyentuh, mencerminkan perjalanan dari cinta pertama menuju kedewasaan yang penuh dinamika.
Secara lirik, “Dulu Kita Masih Remaja” berkisah tentang kerinduan mendalam pada masa-masa sekolah, di mana segala sesuatu terasa jauh lebih sederhana. Lagu ini menangkap esensi cinta yang polos dan mimpi-mimpi yang belum terbentur realita kehidupan. Setiap baitnya seolah menjadi mesin waktu yang membawa pendengar kembali ke momen-momen kecil di bangku sekolah yang justru menjadi kenangan paling abadi saat dewasa.
Film “Dilan ITB 1997” sendiri digarap oleh tangan dingin sutradara Fajar Bustomi bersama Pidi Baiq. Naskahnya dikerjakan secara kolaboratif oleh Pidi Baiq, Adhitya Mulya, dan Ninit Yunita. Mengambil latar kota Bandung yang puitis, film ini didukung oleh deretan aktor papan atas seperti Niken Anjani, Raline Shah, Della Dartyan, hingga aktor senior seperti Tarzan dan Rina Hassim, yang memberikan warna kuat pada setiap adegannya.
Alur cerita film ini membawa penonton ke tahun 1997, saat Dilan sedang berjuang menyelesaikan studinya di FSRD ITB sembari merintis karier sebagai seniman. Di tengah hubungannya yang semakin serius dengan Ancika, badai mulai datang menerjang. Kehadiran dua sosok perempuan, termasuk salah satu yang berasal dari masa lalu Dilan, menjadi ujian berat bagi komitmen dan kesetiaan cinta mereka di tengah masa transisi menuju dewasa.
Sutradara Fajar Bustomi menekankan bahwa pemilihan Ariel sebagai Dilan dewasa adalah kunci dari film ini. "Ariel memiliki karisma yang mampu menerjemahkan kompleksitas perasaan Dilan di masa kuliah. Dengan lagu ini, ia menjadi jembatan bagi penonton untuk masuk ke dalam memori Dilan yang penuh rasa," jelas Fajar saat memberikan keterangan pers. Hal ini membuktikan bahwa sinergi antara visual dan audio dalam film ini dirancang dengan sangat detail.
Melalui perilisan lagu dan film ini, publik diajak untuk kembali menyelami kisah cinta, mimpi, dan kenangan masa remaja yang tak lekang oleh waktu. “Dulu Kita Masih Remaja” diharapkan tidak hanya menjadi hits di tangga lagu, tetapi juga mampu menghidupkan kembali memori-memori sederhana namun penuh makna bagi siapa saja yang pernah merasakannya. Proyek ini menjadi refleksi indah bahwa meski waktu berjalan, jejak rasa masa lalu akan selalu menetap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....