Stevany Purba Cerita Aksi Hijau di Korea

  • 04 Apr 2026 13:01 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Program Sore Bercerita RRI PRO 2 Medan kembali menghadirkan sosok muda inspiratif. Dalam siaran yang berlangsung pada Rabu (1/4/2026) pukul 16.00–17.00 WIB, Stevany Idola Putri Purba, mahasiswi Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, membagikan pengalaman transformasinya selama mengikuti Global Volunteer AIESEC di Korea Selatan.

Stevany mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang pemimpi sejak kecil. Keinginannya untuk kuliah dan tinggal di luar negeri menjadi alasan kuat ia bergabung dengan AIESEC in USU. Dari sinilah ia pertama kali mengenal program Global Volunteer. Meski awalnya belum berencana mengikuti program tersebut, dorongan kuat tiba-tiba muncul saat masa probation.

“Di malam yang sama saya langsung menyelesaikan CV dan mendaftar keesokan paginya,” tuturnya kepada host Argun saat bertugas di studio PRO 2 RRI Medan.

Setelah melalui proses seleksi, Stevany dinyatakan lolos pada proyek Greenism yang berada di bawah naungan Ewha Womans University, Seoul. Program tersebut berfokus pada Aksi Hijau dan mendukung pencapaian SDGs nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan 15 (Ekosistem Daratan).

Selama enam minggu di Korea Selatan, Stevany mengikuti berbagai sesi pembelajaran langsung dari CEO dan founder perusahaan ramah lingkungan di sektor fesyen dan upcycling.

“Saya belajar bahwa perusahaan mereka berdiri bukan dari mimpi besar, tetapi dari aksi kecil yang mereka percaya mampu membawa perubahan bagi dunia,” ujarnya.

Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah kunjungan ke Seoul Upcycling Plaza (SUP) pada hari pertama kegiatan. Tempat itu mengubah cara pandangnya terhadap produk daur ulang.

“Saya sempat berpikir limbah daur ulang tidak bisa diolah menjadi barang bernilai estetika. Setelah melihat SUP, asumsi saya berubah total,” tambahnya.

Menjalani hidup di negara asing tanpa keluarga tentu memberikan tantangan. Minggu pertama menjadi masa adaptasi yang cukup berat.

“Orang-orang bergerak cepat, jarang membuka percakapan duluan. Awalnya terasa tidak nyaman, tapi saya belajar beradaptasi dan menemukan kenyamanan sendiri,” ujar Stevany.

Pengalaman budaya dan pembelajaran ini meyakinkannya bahwa anak muda perlu membuka diri terhadap perspektif baru. “Rasa takut itu pertanda kita akan berkembang. Posisikan diri di lingkungan di mana kita paling tidak pintar, karena di situlah kita paling banyak tumbuh,” pesannya.

Stevany juga mengajak pemuda Medan berusia 18–30 tahun yang ingin merasakan pengalaman internasional dan kegiatan berdampak untuk mengikuti program Global Volunteer AIESEC. Informasi lengkap dapat diperoleh melalui Instagram @youthleaders.usu atau menghubungi: Novanka – 0812-7494-1538

dan Sharleen – 0821-6202-6730

Program Sore Bercerita PRO 2 Medan akan terus menghadirkan cerita inspiratif dari generasi muda yang membawa perubahan, baik di tingkat lokal maupun global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....