Dinas Pendidikan Kembalikan Kejayaan Pantomim lewat FLS3N

  • 29 Mar 2026 21:17 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Seni pantomim semakin diminati oleh kalangan anak-anak di berbagai daerah. Kegiatan yang mengandalkan ekspresi wajah dan gerakan tubuh tanpa dialog ini dinilai mampu menjadi sarana kreatif sekaligus edukatif bagi perkembangan anak.

Zulmi, salah seorang pelatih pantomim mengatakan meski bukan seni yang populer dikalangan anak-anak namun dinas pendidikan ingin mengembalikan seni pantomim yang dulu pernah popular dengan mengadakan berbagai lomba antar sekolah. Harapannya tentu saja agar pantomim bisa berkembang seperti dahulu.

Di sejumlah sekolah dan sanggar seni, kelas pantomim mulai ramai diikuti peserta usia dini hingga remaja. Para pengajar menyebut minat anak-anak terhadap pantomim meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan bertambahnya ruang pertunjukan dan kegiatan ekstrakurikuler berbasis seni.

“Anak-anak awalnya saya lihat bakatnya dan minatnya dulu. ketika ada bakat saya mulai ajarkan olah tubuh dan olah rasa terlebih dahulu. diminggu ketiga baru kam i berikan materi pantomim,” ujar Zulmi kepada rri.co.id , Minggu, 28 Maret 2026.

Selain sebagai hiburan, pantomim juga dinilai memiliki manfaat dalam membentuk karakter anak. Melalui latihan rutin, anak-anak dilatih untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi nonverbal, serta konsentrasi. Tak sedikit orang tua yang mulai mendorong anaknya untuk mengikuti kegiatan ini sebagai alternatif dari aktivitas berbasis gawai.

Sejumlah pertunjukan pantomim yang digelar di ruang publik maupun acara sekolah juga turut mendorong popularitas seni ini. Penampilan dengan kostum khas wajah putih dan gerakan dramatis kerap menarik perhatian penonton, khususnya anak-anak yang merasa terhibur sekaligus terinspirasi.

Seni pertunjukan pantomim yang awalnya dilakukan berbagai sekolah hanya untuk pemenuhan kewajiban mengikuti kegiatan FLS3N, mulai diminati oleh anak- anak. Untuk itulah sekolah inovatif SD Muhammadiyah 38 Medan Krio mulai merencanakan kegiatan seni ini menjadi salah satu kegitan ekskul.

"pantomin ibi sebenarnya bukan kegiatan ekskul kami. ekskul kami itu ada tapak suci, menari, menggambar dan tahfiz. Meski lawan- lawan di tingkat kabupaten masih lebih unggul tapi kami mengapresiasi siswa - siswa kami yang membanggakan sekolah dan keluarganya," ujar Supratno, kepala sekolah SD Muhammadiyah 38 Medan Krio.

Supratno menambahkan bahwa kegitan ekskul sangat penting bagi anak-anak untuk pemenuhan kebutuhan bakat mereka. Berawal dari melihat teman-teman mereka yang berprestasi sudah cukup untuk memotivasi murid-murid untuk ikut serta dalam kegiatan ekskul. Saat giliran mereka mendapat kesempatan berlomba biasanya murid-murid makin teinggi semangatnya.

Dengan semakin banyaknya kegiatan dan dukungan dari berbagai pihak, seni pantomim diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam pembentukan kreativitas anak-anak di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....